Saturday, February 14, 2026

Bupati Fawait Gandeng BP Taskin, Tekan Kemiskinan di Jember

Jember, Nawacita.co – Bupati Jember Muhammad Fawait sesuai janji politiknya akan mengentaskan di kabupaten Jember, hal itu disampaikan saat kunjungan kerja di Balai Desa Cangkring Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember.

Di hadapan masyarakat dan jajaran pemerintah pusat dia menegaskan komitmennya menurunkan angka kemiskinan secara drastis dalam lima tahun ke depan.

“Persoalan kemiskinan tidak bisa ditangani secara parsial,” ucapnya saat didampingi Wakil Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Iwan Sumule.

- Advertisement -

Menurutnya ini bukan kerja satu pihak. Kita butuh sinergi nyata antara pusat dan daerah,” jelasnya, Jumat (13/2/2026).

Dia mengatakan bahwa kemiskinan di Jember banyak terkonsentrasi di wilayah perdesaan, terutama di kawasan pinggir hutan, perkebunan, dan pesisir.

Baca Juga: Bupati Jember M Fawait Lakukan Kunker Ke Puskesmas Rambipuji Memastikan Pelayanan UHC

“Kondisi tersebut menuntut kebijakan yang lebih spesifik dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat,”terangnya.

Lanjut Bupati, pengentasan kemiskinan bukan sekadar program bantuan, melainkan proses panjang membangun kemandirian,” Tapi dengan komitmen dan kerja bersama, lima tahun ke depan kita harus melihat perubahan nyata,”jelasnya.

Selain itu, hasil penelusuran media ini Pemerintah Daerah kabupaten Jember juga menghidupkan kembali PBI JKN, dan juga memperbaiki atap rumah warga melalui Program Genting,

“Membangun sanitasi lewat Jambanisasi, serta mendukung pendidikan anak yatim dengan pemberian tablet.

Sementara ditempat yang sama Wakil Ketua BP Taskin, Iwan Sumule menegaskan bahwa Jember menjadi salah satu target prioritas nasional dalam percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

“Jadi program ini tidak boleh bersifat sementara. Harus berkelanjutan dan terintegrasi. Kolaborasi adalah kunci agar kesejahteraan benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap sinergi dari dimulai desa, sehingga dalam lima tahun mendatang, Jember tidak lagi dikenal sebagai daerah dengan angka kemiskinan tinggi, melainkan sebagai contoh keberhasilan kolaborasi pusat dan daerah dalam membangun kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.

Reporter : Mujianto

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru