Saturday, February 14, 2026

Libur Panjang Imlek 2026, KAI Daop 2 Bandung Siapkan Kereta 67.510 Tempat Duduk

Bandung, nawacita – Dalam rangka menghadapi libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 yang berlangsung pada periode 13 – 17 Februari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menyiapkan layanan optimal bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api. Pada periode tersebut, KAI Daop 2 Bandung mengoperasikan sebanyak 24 perjalanan KA Jarak Jauh reguler serta 1 perjalanan KA Parahyangan Fakultatif.

Secara keseluruhan, KAI Daop 2 Bandung menyediakan total 67.510 tempat duduk selama lima hari masa angkutan libur panjang Imlek. Penambahan perjalanan fakultatif dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi peningkatan jumlah pelanggan yang memanfaatkan momentum libur panjang untuk bepergian bersama keluarga maupun kerabat.

Berbagai relasi favorit masyarakat seperti tujuan Jakarta, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan kota-kota lainnya diprediksi akan mengalami peningkatan okupansi. Oleh karena itu, KAI Daop 2 Bandung memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia guna memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu kepada seluruh pelanggan.

- Advertisement -

Selain menyiapkan kapasitas angkut yang memadai, KAI Daop 2 Bandung juga melakukan peningkatan pengawasan operasional dan pelayanan di stasiun maupun di atas kereta. Seluruh petugas disiapkan untuk membantu kelancaran proses boarding, memberikan informasi kepada pelanggan, serta memastikan penerapan standar pelayanan tetap berjalan optimal selama periode libur panjang.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa KAI Daop 2 Bandung berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang akan bepergian pada momen libur Imlek ini. “Kami telah menyiapkan 24 perjalanan KA Jarak Jauh reguler dan 1 perjalanan fakultatif yakni KA Parahyangan Fakultatif dengan total 67.510 tempat duduk selama periode 13 hingga 17 Februari 2026. Kami menyiapkan semua aspek untuk kelancaran operasional dan pelayanan yang merupakan langkah antisipatif untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api,” ujar Kuswardojo.

Riko Abdiono
Riko Abdionohttp://rikolennon24.blogspot.com
Penulis adalah Jurnalis sejak 2004 di Harian Surabaya Pagi
RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru