Wednesday, February 11, 2026

Tanggapi Soal Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza, MUI: Berisiko Besar

Tanggapi Soal Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza, MUI: Berisiko Besar

Jakarta, Nawacita | Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan peringatan keras kepada pemerintah terkait rencana pengiriman ribuan personel TNI untuk misi perdamaian di Gaza, Palestina. MUI menilai langkah tersebut menyimpan risiko besar, baik secara politik maupun moral, bagi posisi Indonesia di mata dunia.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, mewanti-wanti agar Indonesia tidak terjebak dalam agenda hegemonik Amerika Serikat (AS) dan Israel. Terutama jika pengiriman pasukan tersebut tidak berada di bawah mandat resmi Dewan Keamanan PBB.

“Misi perdamaian dalam perspektif ISF sangat berbahaya. Sepanjang yang saya ketahui, ISF belum menjadi entitas resmi tunggal seperti UNIFIL (Lebanon) atau UNDOF (Golan) yang jelas di bawah mandat DK PBB. Karena itu, Indonesia harus berhati-hati jika memang benar-benar akan mengirimkan tentara ke Gaza. Jangan sampai terperangkap atau terjebak dengan agenda hegemonik Amerika dan Israel yaitu menundukkan Gaza/Palestina,” beber Prof Sudarnoto, dikutip dari laman MUI, Rabu (11/2/2026).

- Advertisement -

Baca Juga: MUI Imbau Perayaan Tahun Baru Diisi dengan Doa, Hindari Hura-hura dan Maksiat

Sudarnoto menjelaskan bahwa misi dalam kerangka ISF biasanya berada di bawah kendali negara-negara besar dan cenderung fokus pada stabilisasi pascakonflik yang bersifat sepihak. Ia khawatir fokus misi tersebut justru pada demiliterisasi Gaza, termasuk pelucutan senjata Hamas, yang dianggap bukan solusi adil bagi kemerdekaan Palestina.

“Hemat saya, ISF bukan instrumen perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Padahal yang selama ini Indonesia perjuangkan adalah kemerdekaan Palestina dan menghapuskan penjajahan di muka bumi ini,” tuturnya.

Ia menambahkan, jika kerangka misi ini tidak diperjelas, Indonesia berisiko terlibat konfrontasi langsung dengan kelompok pejuang Palestina seperti Hamas. Hal ini dinilai bakal menghancurkan reputasi Indonesia yang selama ini dikenal sebagai pembela setia Palestina.

“Jika tidak dipertimbangkan matang, maka pengiriman tentara ini berisiko tinggi karena akan berhadapan dengan Hamas. Ini tidak boleh terjadi. Reputasi Indonesia akan jatuh,” cetusnya. dtk

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru