Tuesday, February 10, 2026

Prabowo Perintahkan Bersih-bersih BUMN, Erick Thohir Diusulkan Masuk Daftar Periksa

Prabowo Perintahkan Bersih-bersih BUMN, Erick Thohir Diusulkan Masuk Daftar Periksa

JAKARTA, Nawacita – Prabowo Perintahkan Bersih-bersih BUMN, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira merespons langkah Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan Kejaksaan Agung memeriksa mantan pimpinan BUMN yang diduga terlibat korupsi.

Bhima mengusulkan agar Erick Thohir (Etho) diperiksa duluan, selaku mantan pimpinan Kementerian BUMN. “Harus dimulai dari mantan Menteri BUMN Erick Thohir, karena perilaku koruptif direksi BUMN, bukan tanpa pengawasan Kementerian BUMN,” ujar Bhima dihubungi media, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Bhima mengatakan, langkah tersebut penting dilakukan untuk membongkar sejumlah proyek infrastruktur yang digarap BUMN karya yang merugikan negara. “Bongkar semua proyek infrastruktur yang merugi, karena uji kelayakan dilakukan dengan manipulatif. Pengadaan barang jasa juga akar dari persoalan,” tegas dia.

- Advertisement -

Sebelumnya, Presiden Prabowo melontarkan peringatan keras kepada jajaran pimpinan BUMN. Diingatkan, para direksi jangan main-main dengan praktik korupsi yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Aparat penegak hukum telah bersiap untuk menindak siapa pun yang melanggar.

Baca Juga: Menkeu Longgarkan Aturan Pajak untuk Merger dan Akuisisi BUMN

“Saya katakan, pimpinan BUMN yang dulu harus tanggung jawab, jangan enak-enak kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo menegaskan, tidak akan setengah-setengah dalam penegakan hukum. Ia meminta pesan tersebut dipahami secara serius dan tidak dianggap angin lalu.
“Kan mereka mengejek, Prabowo hanya bisa ngomong di podium saja. Oh ya? Tunggu saja panggilan. Lu jangan nantang gue,” ujarnya.

Dia mengajak seluruh pejabat untuk segera sadar, menghentikan praktik korupsi. Diingatkan dampak perbuatan tersebut tidak hanya dirasakan pelaku, namun juga keluarganya. “Saya paling kasihan, kalau saya lihat tokoh atau kawan diborgol, pakai baju oranye. Kasihan anak istrinya, sudahlah,” ucapnya.

Ia menambahkan, jauh lebih baik mengisi sisa hidup dengan perbuatan baik yang bermanfaat bagi banyak orang. “Sudahlah, kita semua sebentar lagi dipanggil. Kalau dipanggil enggak sesuai nomor urut atau senioritas, belum tentu aku duluan. Bisa-bisa yang muda-muda. Jadi lebih baik berbuat kebaikan, lebih mulia,” paparnya.

inhnws.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru