Monday, February 9, 2026

Lewat Kurikulum Berbasis Cinta, FKPT Jatim Dorong Kampus Jadi Benteng Anti Radikalisme

Lewat Kurikulum Berbasis Cinta, FKPT Jatim Dorong Kampus Jadi Benteng Anti Radikalisme

SURABAYA, Nawacita – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, mengampanyekan pencegahan radikalisme melalui Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) di lingkungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sunan Ampel Surabaya.

“Upaya ini menjadi bagian dari sinergi dunia pendidikan tinggi keagamaan dengan BNPT, sekaligus mendukung kebijakan Kurikulum Berbasis Cinta dari Kementerian Agama RI,” terangnya, pada Senin (9/2/2026).

Menurut Prof. Husniyatus, radikalisme kerap tumbuh dari pemahaman keagamaan yang sempit, minim dialog, dan empati. Karena itu, mahasiswa dinilai sebagai kelompok strategis untuk dibekali cara pandang terbuka, humanis, dan kontekstual agar memiliki “imunitas ideologis” sejak dini.

- Advertisement -

Baca Juga: Peringatan dari BNPT: Belajar Agama harus dari Guru dengan Sanad Jelas, Bukan dari Mbah Google

“Jika literasi lintas budaya ditanamkan sejak bangku kuliah, benih radikalisme bisa dicegah sebelum berkembang,” tegasnya.

Husniyatus menekan bahwa BNPT melalui FKPT Jatim menilai langkah ini sebagai praktik baik pencegahan radikalisme berbasis pendidikan. Lalu dengan penguatan calon guru melalui modul ajar, RPS berbasis cinta, hingga program lapangan, nilai damai diharapkan menyebar ke sekolah-sekolah.

Kampanye ini menegaskan bahwa melawan ekstremisme tidak harus dengan suara keras, melainkan melalui pendidikan yang menumbuhkan cinta, dialog, dan kemanusiaan.

(Alus)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru