Tuesday, February 10, 2026

Ini Upaya Gubernur Jateng Tindaklanjuti Aspirasi dari Paguyuban Kepala Desa

Ini Upaya Gubernur Jateng Tindaklanjuti Aspirasi dari Paguyuban Kepala Desa

Semarang, Nawacita | Paguyuban Kepala Desa “Satria Praja” Kabupaten Banyumas, melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Mereka menyampaikan beberapa aspirasi terkait persoalan yang ada di desa di daerahnya.

Sejumlah aspirasi itu mulai dari pemerataan bantuan keuangan, bantuan gubernur, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga masalah relokasi Puskesmas Cilongok II.

Ketua Umum Satria Praja Kabupaten Banyumas, Saifuddin menyampaikan, aspirasi pertama yang disampaikan adalah pentingnya pemerataan Bantuan Keuangan (Bankeu) khusus desa atau Bantuan Gubernur. Apalagi saat ini dana desa mengalami pemangkasan yang signifikan, dibandingkan tahun sebelumnya.

- Advertisement -

“Saat ini dana desa terjun bebas, praktis daerah harus bisa berupaya bagaimana membangun desa. Harapan kami bantuan gubernur ini menjadi penting, paling tidak, ada pemerataan tiap-tiap desa,” ujarnya, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/2/2026).

Kedua, lanjut Saifuddin, terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Di sejumlah desa masih menemui kendala seperti status tanah, pengurugan, dan lain-lain, yang berkaitan dengan bangunan KDMP.

Baca Juga: Pertahankan 1,5 Juta Hektare Lahan Pertanian di Jateng, Gubernur: Tak Ada Toleransi Alih Fungsi

Dia dan kepala desa lainnya menginginkan, ke depan ada kejelasan terkait regulasi, pelatihan dan pendampingan, agar tidak ada kepala desa yang terjerat hukum. Apalagi, KDMP merupakan program bagus untuk mengangkat perekonomian desa.

“Ada desa-desa yang terpencil, jumlah penduduk sedikit, dan tidak punya tanah kas desa. Ini yang menjadi persoalan. Sementara KDMP ini harus punya gedung,” ucapnya.

Ketiga, persoalan relokasi Puskesmas Cilongok II. Di mana sudah ada surat penetapan tertanggal 19 September 2025, yang menyebutkan relokasi akan ditempatkan di Desa Kasegeran, Kacamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Namun dalam perkembangannya, ternyata ada keputusan dari bupati yang memindahkan ke lokasi lainnya.

Gubernur Ahmad Luthfi telah menerima aspirasi dari paguyuban kepala desa di Kabupaten Banyumas. Dia bahkan langsung menginstruksikan kepada dinas-dinas terkait, untuk melakukan koordinasi dengan dinas-dinas di Kabupaten Banyumas.

Terkait Bankeu dan bantuan gubernur, dia sudah meminta agar desa-desa yang belum mendapatkan, bisa diusulkan pada anggaran perubahan. Luthfi tidak ingin kepala desa yang sudah mati-matian berjuang untuk pembangunan desa, terhalang.

Baca Juga: Lebih dari 25 Ribu Pemuda Antusias Manfaatkan Kartu Zilenial Gubernur Jateng

“Untuk bantuan gubernur, tolong upayakan semua desa terakomodir,” ujar Luthfi, kepada Kepala Dispermasdesdukcapil Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso.

Berikutnya mengenai KDMP, Ahmad Luthfi juga langsung memanggil Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah Eddy Sulistyo Bramiyanto, untuk memberikan penjelasan secara detail kepada perwakilan Paguyuban Kepala Desa “Satria Praja”.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, jumlah KDMP di Jawa Tengah sebanyak 8.523 koperasi yang sudah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.230 KDMP atau 74% sudah operasional. Jumlah anggota sekitar 200 ribuan orang, dengan total modal terkumpul Rp34,1 miliar. Sejauh ini, sekitar 17 ribuan pengurus KDMP di Jawa Tengah, sudah diberikan pelatihan secara berkala.

“KDMP ini kan program nasional, jangan sampai mereka ini ‘elek-elekan‘. Jadi penting itu (untuk didampingi). (Soal tidak punya lahan) Itu bisa digabung, harus sesuai kemampuan desa,” kata Luthfi.

Sementara, untuk relokasi Puskesmas, Ahmad Luthfi juga sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Terutama terkait dengan alasan pemindahan tempat relokasi. jtgprv

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru