Tuesday, February 10, 2026

Didik Prasetiyono Uji Proposal Disertasi, Angkat Kinerja ESG Kawasan Industri

Didik Prasetiyono Uji Proposal Disertasi, Angkat Kinerja ESG Kawasan Industri

Surabaya, Nawacita | Peserta Program Doktor Universitas Airlangga (UNAIR), Didik Prasetiyono, mengikuti Ujian Proposal Disertasi yang digelar di Ruang Kuliah Internasional III Warmadewa, Lantai I, Gedung Sekolah Pascasarjana UNAIR, Jumat (6/2/2026).

Dalam ujian tersebut, Didik mempresentasikan proposal disertasi berjudul “Pengaruh Strategic Orientation dan Dynamic Managerial Capability terhadap Kinerja ESG dengan Mediasi Organizational Change Capability: Studi Multi-Level pada Pengelola Kawasan Industri.”

Didik menjelaskan bahwa penelitiannya berfokus pada kinerja ESG (Environment, Social, and Governance) atau lingkungan, sosial, dan tata kelola, dengan objek penelitian pengelola kawasan industri di Indonesia.

- Advertisement -

“Dalam penelitian ini saya mengambil tema ESG performance. Samplingnya adalah kawasan industri, bagaimana kawasan industri mengombinasikan kemampuan manajerial dinamis di dalam organisasi dengan tekanan dari stakeholder atau regulasi eksternal,” ujar Didik.

Baca Juga: Dari UNAIR, Senat Akademik PTNBH Rumuskan Arah Baru Pendidikan Tinggi

Menurutnya, penelitian ini diharapkan dapat merumuskan formula agar kinerja ESG kawasan industri di Indonesia mampu memenuhi standar dan kriteria global. Hal ini dinilai penting karena kinerja ESG kini menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah investasi internasional.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif, dan Eksekutif DPD PDI Perjuangan Jawa Timur itu mencontohkan keputusan lembaga pemeringkat global seperti MSCI yang berpengaruh besar terhadap pasar modal suatu negara. Oleh karena itu, Indonesia dinilai harus siap menghadapi tuntutan global terkait ESG, sebagaimana yang telah lama diterapkan di negara-negara Eropa.

“Penelitian ini ingin berkontribusi pada praktik tata kelola industri agar kinerja ESG-nya dapat diterima secara global, mulai dari pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, hingga hubungan dengan masyarakat dan tata kelola internal perusahaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penguatan tata kelola ESG juga sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong keberlanjutan (sustainability) serta peningkatan investasi. Dimana saat ini terdapat lebih dari 112 kawasan industri di Indonesia yang memiliki peran strategis sebagai pintu masuk investasi, khususnya Foreign Direct Investment (FDI).

“Kawasan industri itu seperti landasan pacu bandara. Kalau kita ingin pesawat besar mendarat, maka landasannya harus kuat dan bagus. Tata kelola kawasan industri harus diperbaiki agar mampu menarik investasi berkualitas, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Baca Juga: UNAIR Buka Golden Ticket Tanpa Kuota Khusus

Sebagai Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Didik dalam penelitiannya mengambil sampel dari 112 pengelola kawasan industri yang tergabung dalam Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI). Kawasan industri tersebut memiliki karakteristik beragam, mulai dari yang baru berdiri hingga yang telah berusia puluhan tahun, dengan sebaran mayoritas berada di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur.

Didik juga menekankan bahwa kepatuhan ESG tidak boleh hanya bersifat administratif, melainkan harus menjadi kapabilitas organisasi yang secara nyata merespons tuntutan global terhadap tata kelola hijau.

Pada persidangan tersebut, Didik dinyatakan lulus Ujian Proposal Disertasi, sehingga hal tersebut sebagai satu langkah maju untuk riset terkait ESG Performance Kawasan Industri yang harapannya dengan hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi masukan bagi pemerintah, baik secara teoretis maupun praktis, dalam merumuskan kebijakan pengelolaan kawasan industri yang berorientasi pada peningkatan kinerja ESG dan daya saing investasi nasional.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru