Monday, February 9, 2026

Sekda Kaltim Hadiri Peringatan Malam Nisfu Syaban di Islamic Center Samarinda

Sekda Kaltim Hadiri Peringatan Malam Nisfu Syaban di Islamic Center Samarinda

Samarinda, Nawacita | Sekda Kaltim Sri Wahyuni menghadiri peringatan Malam Nisfu Syaban dan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Raya Baitul Muttaqien, Islamic Center Samarinda, Senin (2/2/2026).

Kegiatan keagamaan ini diikuti ribuan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat dan dihadiri perwakilan Forkopinda Kaltim, Ketua Umum Dewan Pengurus Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Masjid Baitul Muttaqien, Samarinda H Irianto Lambrie, beserta jajarannya, Ketua MUI Kaltim KH. Muhammad Rasyid, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Momentum ini menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menyampaikan Malam Nisfu Syaban merupakan malam yang sangat istimewa bagi umat Islam menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak dzikir, doa, membaca Al Qur’an, memohon ampunan, serta memohon kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, daerah, dan bangsa.

- Advertisement -

Baca Juga: Kick Off Siaran Piala Dunia 2026 di GKO Sempaja, Pemprov Kaltim Dukung Penguatan Ekosistem Olahraga

“Nisfu Syaban juga menjadi momentum untuk memperbaiki hubungan kita sebagai hamba dengan Allah SWT, sekaligus memperbaiki hubungan kita dengan sesama manusia,” ujarnya.

Sementara itu peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW merupakan peristiwa agung yang sarat dengan hikmah dan pelajaran menjadi penguatan iman bagi umat Islam bahwa di balik setiap ujian dan kesulitan, Allah SWT selalu memberikan jalan keluar, pertolongan, dan kemuliaan bagi hamba-Nya yang sabar dan istiqamah.

“Hikmah terbesar Isra Mi’raj yang sangat relevan dalam kehidupan kita adalah perintah salat. Salat merupakan tiang agama, sumber kekuatan rohani, penuntun hidup, serta pengingat agar kita tidak larut dalam urusan dunia, namun tetap menjaga orientasi akhirat,” jelasnya.

Menurutnya, salat juga menjadi sarana pembentukan karakter yang disiplin, jujur, amanah, dan bertanggung jawab. Karena itu, melalui peringatan Isra Mi’raj, Sekda Sri mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan salat sebagai kebutuhan jiwa.

Baca Juga: Peresmian Proyek Revamping Pabrik Amoniak PKT, Gubernur Kaltim: Investasi Masa Depan Pangan Indonesia

Mari kita hidupkan salat berjamaah di masjid, kita kuatkan salat di rumah bersama keluarga, dan kita tanamkan salat sejak dini kepada anak-anak. Inilah pondasi utama dalam membangun generasi yang kuat akhlaknya, kuat ilmunya, dan kuat imannya,” tegas Sri Wahyuni.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Sri Wahyuni juga mengajak seluruh umat Muslim untuk mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya secara fisik maupun batin.

“Persiapan Ramadan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal hati. Mari kita bersihkan hati dari iri dan dengki, pererat kembali silaturahmi, perbaiki hubungan yang sempat renggang, dan kuatkan niat untuk meningkatkan ibadah,” pesannya.

Peringatan malam Nisfu Syaban dan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah ditutup dengan tausiah yang disampaikan oleh pimpinan Pondok Pesantren Al Hawthah Al Jindaniyah Tajur Halang, Kabupaten Bogor Jawa Barat Al Habib Ahmad bin Novel bin Zindan. kltmprv

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru