Nama KH Ma’ruf Amin Kembali Menguat Jelang Pemilihan Rais Aam PBNU
Surabaya, Nawacita.co – Tokoh NU sekaligus Pengasuh Pesantren Bina Islam Cendekia Cirebon, KH Imam Jazuli, Lc., MA, berpendapat bahwa, nama KH Ma’ruf Amin sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 kembali menguat.
KH Imam Jazuli menilai sosok mantan Wakil Presiden RI tersebut memiliki kombinasi langka antara otoritas keilmuan pesantren dan kapasitas teknokratis yang dibutuhkan NU di era modern.
“Rais Aam bukan soal popularitas, tapi tentang kualifikasi keilmuan, muru’ah, pengalaman organisasi, dan kemampuan membaca tantangan zaman. Dalam kriteria ini, Kiai Ma’ruf Amin sangat layak diperhitungkan,” ujar KH Imam Jazuli, saat dikonfitmasi pada Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Tokoh NU Nilai KH Miftachul Akhyar Masih Nakhoda Ideal PBNU
Menurutnya, KH Ma’ruf tidak hanya dikenal sebagai kiai tradisional, tetapi juga memiliki sanad keilmuan yang tersambung kepada ulama besar, Syaikh Nawawi al-Bantani, serta pengalaman panjang dalam menerjemahkan nilai syariah ke dalam kebijakan publik, khususnya di sektor ekonomi syariah.
Dengan berakhirnya masa jabatan KH Ma’ruf di pemerintahan, KH Imam Jazuli menilai hambatan konstitusional itu kini tidak lagi relevan. Ia menyebut tiga alasan utama mengapa KH Ma’ruf patut dipertimbangkan kembali: pengalaman kenegarawanan, pemahaman mendalam tentang NU, serta kapasitas teknokratis untuk mendorong kemandirian ekonomi warga NU.
Reporter: Alus

