Inflasi Jatim Januari 2026 Capai 3,29 Persen
Surabaya, Nawacita.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,29 persen pada Januari 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,03.
Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati, menyampaikan bahwa inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 5,06 persen dengan IHK 114,21, sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Gresik sebesar 2,35 persen dengan IHK 107,83.
“inflasi y-on-y didorong oleh kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 17,24 persen, disusul perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 12,94 persen,” paparnya, saat dikonfirmasi pada, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga: Impor Jatim 2025 Turun 2,75 Persen, Nonmigas Justru Tumbuh
Ia menjelaskan, Kelompok lain yang turut mengalami kenaikan antara lain makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,07 persen, transportasi sebesar 1,03 persen, pendidikan sebesar 1,77 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,21 persen.
“Sementara itu, satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,34 persen,” imbuh Herum.
Ia menambahkan, meski secara tahunan terjadi inflasi, BPS mencatat deflasi bulanan (month to month/m-to-m) dan year to date (y-to-d) sebesar 0,20 persen pada Januari 2026.
“Data ini menunjukkan tekanan harga masih terasa, namun dalam jangka pendek terdapat penurunan harga secara bulanan,” tutup Herum.
Reporter: Alus

