Monday, February 9, 2026

Peresmian Proyek Revamping Pabrik Amoniak PKT, Gubernur Kaltim: Investasi Masa Depan Pangan Indonesia

Peresmian Proyek Revamping Pabrik Amoniak PKT, Gubernur Kaltim: Investasi Masa Depan Pangan Indonesia

Bontang, Nawacita | Gubernur Kaltim Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) menghadiri peresmian Proyek Revamping Pabrik Amoniak Kaltim 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang, Kamis, (29/1/2026).

Peresmian dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo, Wakil Menteri Pertanian (Komisaris Utama Pupuk Indonesia) Sudaryono, Managing Director of Business 2 Danantara Asset Management, Direktur Utama Pupuk Indonesia (Persero) Rahmat Pribadi, serta Direktur Utama PKT Gusrizal.

Menurut Gubernur, pabrik PKT yang diresmikan Presiden Soeharto pada 29 Oktober 1984 tersebut merupakan produsen pupuk urea dan NPK terbesar di Asia Tenggara, sekaligus produsen pupuk strategis nasional yang memberikan nilai tambah sangat besar bagi Kalimantan Timur dan bangsa.

- Advertisement -

“Revamping ini bukan sekadar mengganti mesin yang sudah uzur (tua), tetapi bagaimana pabrik ini mampu meningkatkan keandalan pasokan pupuk nasional,” kata Gubernur Harum.

Baca Juga: Gubernur Kaltim Sambut Kedatangan Kapolri Bersama Ketua Komisi IV DPR RI di Samarinda

Tidak kalah penting, revitalisasi pabrik pupuk kebanggaan Benua Etam ini mampu memenuhi kebutuhan pupuk Kalimantan Timur secara lebih optimal, sekaligus mendukung distribusi ke wilayah lain di Indonesia.

Selain itu, revitalisasi pabrik amoniak ini juga meningkatkan efisiensi energi dan menurunkan emisi, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dalam konteks ketahanan pangan, orang nomor satu di Benua Etam ini mengibaratkan pabrik pupuk sebagai dapur nasional yang harus modern, bersih, aman, dan efisien.

“Revamping ini membuktikan bahwa BUMN tidak boleh puas dengan sejarah masa lalu, tetapi harus berani berinvestasi untuk masa depan pangan Indonesia yang lebih mandiri,” ungkap Harum.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto meyakini revamping pabrik amoniak PKT mampu memperkuat program ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong keunggulan kompetitif produk menuju industri hijau dengan menurunkan konsumsi energi amoniak dan menekan emisi sebesar 110.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun melalui penghematan penggunaan gas alam.

Baca Juga: Target 400 Ribu Ton Beras, Kaltim Percepat Verifikasi 20.000 Hektare Sawah Baru

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi jajaran Pupuk Indonesia dalam upaya menjamin ketersediaan pupuk bagi para petani, sekaligus mewujudkan percepatan swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan revamping pabrik amoniak ini merupakan bagian dari revitalisasi industri pupuk, sehingga harga pupuk bersubsidi dapat turun hingga 20 persen (urea dan NPK) dengan biaya tetap, serta terjadi tambahan volume pupuk bersubsidi sebanyak 700.000 ton.

“Kita akan membangun tujuh pabrik pupuk baru, dan lima pabrik akan diresmikan sebelum 2029,” sebutnya.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene, penandatanganan prasasti, serta penandatanganan komitmen dukungan ketahanan pangan nasional oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, Kapolri, dan Gubernur Kalimantan Timur. kltmprv

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru