Tuesday, February 10, 2026

MBG Tetap Disalurkan saat Ramadan, Menunya Kurma hingga Telur Rebus

MBG Tetap Disalurkan saat Ramadan, Menunya Kurma hingga Telur Rebus

Jakarta, Nawacita | Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan. Menu dan waktu pemberian MBG akan disesuaikan bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menuturkan untuk penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, menu makanan basah akan diganti menjadi makanan kering. Penyesuaian menu ini dimaksudkan agar makanan yang diberikan tidak basi jika disantap saat berbuka puasa.

“Contoh untuk puasa nih, kurma, telur rebus atau telur asin atau telur pindang, buah, susu, abon,” kata Dadan di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (29/1/2026) kemarin.

- Advertisement -

Dadan mengatakan waktu pemberian MBG juga akan disesuaikan. Penerima manfaat akan menerima MBG saat pulang sekolah.

Baca Juga: SPPG Wajib Cantumkan Label Batas Waktu Aman Konsumsi MBG

“Untuk anak sekolah, di daerah yang mayoritas puasa itu akan dibagikan di siang hari pada saat anak sekolah untuk dibawa pulang, untuk menjadi menu pada saat buka,” terangnya.

Sementara bagi penerima manfaat yang tinggal di pondok pesantren, mereka akan mendapat menu makan normal, namun waktu pembagian menjadi sore hari jelang buka puasa. Kemudian untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, dan mereka yang tidak puasa akan mendapat MBG dengan menu dan waktu normal.

“Untuk SPPG yang ada di pesantren, karena penerima manfaatnya lokal nanti pelayanannya geser ke sore hari dengan makanan normal,” tutur Dadan.

Jumlah Penerima MBGDalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan saat ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di seluruh wilayah Indonesia sudah mencapai 22.091 unit dengan jumlah penerima manfaat capai lebih dari 60 juta orang.

“Penerima manfaat sudah Lebih dari 60 juta lebih sedikit. Jadi sudah tebus 60 juta ya,” ucapnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2026).

Baca Juga: Bulog Pastikan Stok Beras Aman untuk MBG dan Siap Disalurkan

Lebih lanjut ia menjelaskan dari jumlah tersebut, penerima program MBG usia anak sekolah rata-rata sudah di atas 90% untuk masing-masing sekolah yang sudah memiliki SPPG. Namun untuk penerima manfaat di pesantren masih tergolong kecil hanya sekitar 20%.

“Tadi kalau dari sekolah, dari Dikdasmen itu sudah hampir rata dapat ya. Jadi, kalau 100% siswanya yang dapat penerima manfaat itu sudah 90%, 95% rata-rata hampir 100%. Tadi kalau Menteri Agama datanya rendah, tapi dari Pak Dadan hampir sudah 70% tapi kalau di Kementerian Agama datanya kira-kira baru 20-an%. Ya ini data yang akan kita cocokkan,” jelas Zulhas.

Pemerintah akan mengevaluasi kinerja MBG dari pertumbuhan fisik penerima manfaat selama program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini berjalan.

“Nanti setelah satu tahun makan bergizi kita ukur ya, kita ukur kalau sebelum makan bergizi bagaimana fisiknya, pertumbuhan termasuk tentu pertumbuhan otak gitu. Nanti setelah satu tahun bagaimana, dua tahun bagaimana, tiga tahun seperti apa, empat tahun seperti apa dan seterusnya dan seterusnya,” jelasnya. dtk

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru