Digitalisasi Pembayaran Parkir Dinilai Penting Kurangi Kebocoran Pendapatan
SURABAYA, Nawacita – Penerapan sistem pembayaran parkir secara digital dinilai penting untuk meningkatkan transparansi sekaligus mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah. Hal tersebut disampaikan Baktiono saat ditemui Nawacita.co, Jumat (30/1/2026).
Menurut Baktiono, digitalisasi tidak hanya relevan untuk sektor parkir, tetapi juga perlu diterapkan pada berbagai metode pembayaran lainnya. Ia menilai pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan seiring dengan perkembangan kebiasaan masyarakat.
“Digitalisasi ini juga penting, tidak hanya untuk pembayaran parkir, namun juga untuk berbagai metode pembayaran lainnya,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Imbau Warga dan Pengusaha Beralih ke Sistem Parkir Non Tunai
Ia menambahkan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah mendorong penggunaan sistem pembayaran non-tunai seperti e-money dan QRIS untuk parkir. Dengan sistem tersebut, proses pembayaran diharapkan menjadi lebih mudah dan efisien.
“Makanya e-money atau QRIS saat ini yang dikembangkan untuk parkir, mudah-mudahan nanti bisa terlaksana,” kata Baktiono.
Lebih lanjut, Baktiono menilai penerapan pembayaran elektronik sangat memungkinkan karena mayoritas masyarakat telah memiliki telepon seluler dan fasilitas mobile banking. Ia menegaskan, sistem pembayaran digital juga berpotensi langsung terhubung dengan Badan Pendapatan Daerah atau kas daerah.
“Karena saat ini semua orang itu pegang handphone dan rata-rata sudah punya mobile banking, maka electronic money ini juga sebagai sarana langsung ke badan pendapatan daerah atau kas daerah dan ini untuk mengurangi kebocoran,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

