18 Proyek Prioritas Danantara Disiapkan, Dari Smelter hingga Energi Terbarukan
Jakarta, Nawacita.co – Badan Pengelola Investasi Danantara menyiapkan sejumlah proyek strategis nasional yang direncanakan mulai groundbreaking pada 2026.
Total terdapat 18 proyek yang mencakup sektor hilirisasi, ketahanan energi, transisi energi, hingga penguatan ekonomi berbasis komunitas.
Berikut daftar proyek prioritas
Hilirisasi dan ketahanan energi yang Dikaji Danantara:
1. Industri Smelter Aluminium (bauksit)
Lokasi: Mempawah, Kalimantan Barat
Investasi: Rp60 triliun
Tenaga kerja: 14.700 orang
Keterangan: Penghematan impor
- Advertisement -
2. Industri DME (batu bara)
Lokasi:
(A) Bulungan
(B) Kutai Timur
(C) Kota Baru
(D) Muara Enim
(E) Pali
(F) Banyuasin
Investasi: Rp164 triliun
Tenaga kerja: 34.800 orang
Keterangan: Penghematan impor
3. Industri Aspal (Aspal Buton)
Lokasi: Buton, Sulawesi Tenggara
Investasi: Rp1,49 triliun
Tenaga kerja: 3.450 orang
Keterangan: Penghematan impor
4. Industri Mangan Sulfat (Mangan)
Lokasi: Kupang, NTT
Investasi: Rp3,05 triliun
Tenaga kerja: 5.224 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik
5. Industri Stainless Steel Slab (Nikel)
Lokasi: Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah
Investasi: Rp38,4 triliun
Tenaga kerja: 12.000 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik.
6. Industri Copper Rod, Wire & Tube (Katoda Tembaga)
Lokasi: Gresik, Jawa Timur
Investasi: Rp19,2 triliun
Tenaga kerja: 9.700 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik
7. Industri Besi Baja (Pasir Besi)
Lokasi: Kabupaten Sarmi, Papua
Investasi: Rp19 triliun
Tenaga kerja: 18.000 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik
8. Industri Chemical Grade Alumina (Bauksit)
Lokasi: Kendawangan, Kalimantan Barat
Investasi: Rp17,3 triliun
Tenaga kerja: 7.100 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik.
9. Industri Oleoresin (Pala)
Lokasi: Kabupaten Fakfak, Papua Barat
Investasi: Rp1,8 triliun
Tenaga kerja: 1.850 orang
Keterangan: Penguatan ekonomi rakyat
10. Industri Oleofod (Kelapa Sawit)
Lokasi: KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK)
Tenaga kerja: 4.800 orang
Keterangan: Pelibatan ekonomi rakyat
11. Industri Nata de Coco, Medium-Chain Triglycerides (MCT), Coconut Flour, Activated Carbon (Kelapa)
Lokasi: KI Tenayan, Riau
Investasi: Rp2,3 triliun
Tenaga kerja: 22.100 orang
Keterangan: Penguatan industri domestik.
12. Industri Chlor Alkali Plant (Garam)
Lokasi:
(A) Aceh
(B) Kalimantan Timur
(C) Jawa Timur
(D) Sumsel (2)
(E) Riau
(F) Banten (2)
(G) NTT (2)
Investasi: Rp16 triliun
Tenaga kerja: 33.000 orang
Keterangan: Penghematan impor
13. Industri Fillet Tilapia (Ikan Tilapia)
Lokasi:
(A) Banten
(B) Jawa Barat
(C) Jawa Tengah
(D) Jawa Timur
Investasi: Rp1 triliun
Tenaga kerja: 27.600 orang
Keterangan: Penyerapan tenaga kerja
14. Industri Carrageenan (Rumput Laut)
Lokasi: Kupang, NTT
Investasi: Rp212 miliar
Tenaga kerja: 1.700 orang
Keterangan: Pelibatan ekonomi rakyat
15. Oil Refinery
Lokasi:
(A) Lhokseumawe
(B) Sibolga
(C) Natuna
(D) Cilegon
(E) Sukabumi
(F) Semarang
(G) Surabaya
(H) Sampang
(I) Pontianak
(J) Badung (Bali)
(K) Bima
(L) Ende
(M) Makassar
(N) Donggala
(O) Bitung
(P) Ambon
(Q) Halmahera Utara
(R) Fakfak
Investasi: Rp160 triliun
Tenaga kerja: 44.000 orang
Keterangan: Ketahanan energi
16. Oil Storage Tanks
Lokasi: sama dengan Oil Refinery
Investasi: Rp72 triliun
Tenaga kerja: 6.960 orang
Keterangan: Ketahanan energi.
17. Modul Surya Terintegrasi (Bauksit & Silika)
Lokasi: KI Batang, Jawa Tengah
Investasi: Rp24 triliun
Tenaga kerja: 19.500 orang
Keterangan: Transisi energi
18. Industri Bioavtur (Used Cooking Oil)
Lokasi:
(A) KBN Marunda
(B) KI Cikarang
(C) KI Karawang
Investasi: Rp16 triliun
Tenaga kerja: 10.152 orang
Keterangan: Transisi energi.
Singkatnya, mayoritas proyek Danantara difokuskan pada hilirisasi mineral dan batu bara (minerba) sebanyak delapan proyek. Selain itu, terdapat dua proyek ketahanan energi, dua proyek transisi energi, tiga proyek hilirisasi kelautan dan perikanan, serta tiga proyek hilirisasi sektor pertanian.
Rangkaian proyek tersebut menunjukkan arah kebijakan Danantara dalam mendorong nilai tambah sumber daya nasional, memperkuat ketahanan energi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru berbasis industri dan keberlanjutan.
Reporter: Alus