Tuesday, February 10, 2026

Wagub Jateng Dorong Pesantren jadi Penggerak Kemandirian Ekonomi

Wagub Jateng Dorong Pesantren jadi Penggerak Kemandirian Ekonomi

Kendal, Nawacita | Pesantren punya peran strategis untuk menjadi penggerak kemandirian ekonomi di daerahnya masing-masing. Hal itu disampaikan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, saat acara Haflah Akhirussanah dan Khotmil Qur’an di Pondok Pesantren Manba’ul Hikmah Kaliwungu, Kendal, pada Minggu (25/1/2026).

Karenanya, selain belajar ilmu agama, para santri di pondok pesantren didorong bisa belajar wirausaha, sehingga mampu mengembangkan perekonomian pesantren.

“Santri jangan hanya mengajarkan ilmu, akan tetapi juga harus memberikan suri tauladan bagaimana mengembangkan perekonomian dan kesejahteraan di lingkungan pondok pesantren,” tutur Taj Yasin.

- Advertisement -

Menurut dia, pesantren kini memiliki peran strategis. Bukan hanya sebagai pusat ilmu agama, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah.

Baca Juga: Jaga Harmoni Sosial dan Kondisivitas, Wagub Jateng Apresiasi Dakwah Berbasis Komunitas

Taj Yasin menegaskan, perhatian pemerintah terhadap pesantren saat ini berada di level yang sangat baik, mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat.

Dalam kesempatan itu, Taj Yasin juga memberikan tali asih (bisyaroh) kepada para santri penghafal Al-Qur’an di pondok pesantren tersebut.

Selain itu, meresmikan Gedung SMA Manba’ul Hikmah sebagai bentuk dukungan terhadap integrasi pendidikan agama dan umum.

Santriwati Ponpes Manba’ul Hikmah Kaliwungu, Wafiq Salma mengaku, senang mendapatkan perhatian nyata melalui program Bisyarah dari Pemprov Jateng.

Wafiq, yang juga merupakan mahasiswi di Sekolah Tinggi Islam Kendal (STIK), menjadi salah satu penerima program Bisyarah (tali asih) bagi penghafal Al-Qur’an dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca Juga: Jateng jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI, Diharapkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Baginya, bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan bentuk pengakuan nyata atas perjuangannya menjaga ayat-ayat suci.

“Alhamdulillah, untuk kali ini tahfidz di Jawa Tengah benar-benar diapresiasi,” ucap Wafiq.

Dia akan menggunakan bantuan itu untuk sesuatu yang bermanfaat, serta menaruh harapan besar agar program tersebut terus berlanjut di masa depan.

Menurut Wafiq, perhatian pemerintah menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi para santri, untuk tetap istiqomah menghafalkan Al-Qur’an.

“Harapannya ke depan bantuan ini sebaiknya diteruskan untuk memotivasi menghafal Al-Qur’an,” ujarnya. jtgprv

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru