Tuesday, February 10, 2026

Perkuat Kapasitas Diplomat Teknis, Kemensetneg-Singapura Gelar Pelatihan Negosiasi bagi Analis Kerja Sama

Perkuat Kapasitas Diplomat Teknis, Kemensetneg-Singapura Gelar Pelatihan Negosiasi bagi Analis Kerja Sama

JAKARTA, Nawacita – Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) bekerja sama dengan Pemerintah Singapura melalui Singapore Cooperation Programme menyelenggarakan Single Country Training bertajuk Essential Skills in Negotiation, Diplomacy, and Public Speaking bagi Analis Kerja Sama dari delapan kementerian. Kegiatan ini resmi dibuka di Pusat Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Kemensetneg, Jakarta, Senin (26/01/2026), dan diikuti oleh 30 peserta terpilih lintas kementerian.

Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri Kemensetneg, Noviyanti, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Singapura dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut. Menurutnya, kerja sama ini mencerminkan kemitraan yang kuat dan dinamis antara Indonesia dan Singapura dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia aparatur.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Singapore Cooperation Programme melalui Kementerian Luar Negeri Singapura atas dukungan utama dan berkelanjutan sehingga program ini dapat terlaksana,” ujar Noviyanti.

- Advertisement -

Ia menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi Analis Kerja Sama yang menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan kerja sama internasional pemerintah. Peserta berasal dari delapan kementerian, yakni Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Kepegawaian Negara, serta Badan Siber dan Sandi Negara.

Baca Juga: Mensesneg Paparkan Rencana Anggaran Kemensetneg 2026 di DPR

Pelatihan akan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 26 Januari hingga 6 Februari 2026 dengan materi utama meliputi keterampilan negosiasi, diplomasi, dan berbicara di depan publik. Noviyanti menegaskan bahwa kemampuan teknis semata tidak lagi cukup dalam menghadapi dinamika kerja sama internasional yang semakin kompleks.

“Keterampilan negosiasi yang persuasif, diplomasi yang berimbang, dan public speaking yang meyakinkan adalah kunci untuk mengubah kebijakan menjadi kemitraan nyata,” imbuh Noviyanti.

Dalam kesempatan tersebut, Noviyanti juga mendorong para peserta untuk memanfaatkan pelatihan ini sebagai sarana memperluas jejaring lintas kementerian. Menurutnya, kolaborasi dan pertukaran perspektif antarinstansi menjadi modal penting dalam memperkuat mesin kerja sama internasional pemerintah.

“Bangun jejaring yang berkelanjutan dan manfaatkan sepuluh hari ini sebaik mungkin, karena hasilnya akan tercermin dalam keberhasilan negosiasi dan komunikasi diplomatik ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Biro KTLN ini menambahkan bahwa metode pembelajaran dirancang secara interaktif melalui diskusi, latihan praktis, dan kerja kelompok untuk mensimulasikan tantangan nyata di lapangan. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan berdampak langsung pada kinerja peserta.

Menutup sambutan, Noviyanti mengatakan pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas keterlibatan Indonesia dalam kerja sama internasional, sekaligus memperkuat perlindungan kepentingan nasional dan pencapaian tujuan pembangunan. “Dengan dibukanya kegiatan ini secara resmi, Kemensetneg menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan kompetensi Analis Kerja Sama sebagai pilar strategis diplomasi teknis pemerintah,” tutupnya.

Second Secretary Embassy of the Republib of Singapore in Jakarta, Yang Kai Ting, mengapresiasi Kemensetneg yang mengajak Pemerintah Singapura untuk menggelar pelatihan ini. Dalam sambutannya, ia berharap bahwa pelatihan ini dapat menjadi pilar strategis diplomasi bagi kedua negara seperti yang disampaikan oleh Noviyanti.

Pembukaan pelatihan ini dihadiri antara lain oleh Kepala Pusat Pembinaan Analis Kerja Sama (Pusbin AKS) Kemensetneg Andri Kurniawan, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi ASN (PPKASN) Kemensetneg Sri Prastiwi Utami. Hadir pula para pelatih dari Republic Polytechnic Singapura, Zackaria Abdul Rahim dan Shahida Ariff. (Kemensetneg)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru