Surabaya, Nawacita.co – Dalam mentisipasi potensi penyebaran virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/1001/436.7.2/2026 tentang Kewaspadaan Dini terhadap penyakit Super Flu.
Penerbitan SE tersebut dikeluarkan sebagai langkah mempersiapkan seluruh elemen pemerintah serta masyarakat dalam menghadapi potensi penyebaran virus.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menyampaikan bahwa penerbitan SE tersebut ialah tindak lanjut dari Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, serta mewaspadai perkembangan kasus influenza tersebut pada akhir Desember 2025, dengan kasus tertinggi berada di Jawa Timur.
“Super flu ini disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang memiliki tingkat penularan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala klinis lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci,” jelasnya, Selasa (27/1/2026).
Baca Juga: Kasus Kematian Anak Akibat Super Flu di AS Naik Hampir Dua Kali Lipat
Para penderita infeksi virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K, umumnya mengalami demam tinggi mencapai 39–41 derajat Celsius, disertai nyeri otot dan sendi yang hebat, rasa lemas yang signifikan, sakit kepala berat yang mengganggu konsentrasi, hingga gangguan saluran pernapasan seperti nyeri tenggorokan dan batuk kering yang berlangsung terus-menerus.
“Interaksi sehari-hari yang tampak sederhana bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan diabaikan,” kata Lilik.
Penularan virus influenza terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, melalui kontak langsung seperti berjabat tangan, maupun melalui kontak tidak langsung dengan permukaan benda yang terkontaminasi virus.
Oleh sebab itu, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah, tempat kerja, maupun ruang publik dan istirahat yang cukup.
Selain itu masyarakat juga diharapkan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur.
Baca Juga: Antisipasi Super Flu, Kemenpar Tekankan Penerapan Protokol CHSE
“Penggunaan masker di area kerumunan, penerapan etika batuk dan bersin, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana namun efektif,” ujar Lilik.
Lilik menyebut, menghindari kontak erat dengan individu yang menunjukkan gejala influenza juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Juga apabila mengalami gejala, masyarakat diminta untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Bagi warga yang mengalami gejala influenza, kami minta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga kesehatan,” tegasnya.
Nantinya, sosialisasi dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, RT/RW, serta Kader Surabaya Hebat (KSH) akan dimaksimalkan agar informasi tersebut dapat disampaikan secara maksimal kepada masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Super Flu Subclade K Varian Baru Influenza: Gejala serta Cara Mencegahnya
“Dengan langkah terpadu ini, Pemkot Surabaya berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pencegahan, tetap tenang dalam menyikapi situasi, serta bersama-sama menjaga kesehatan Kota Pahlawan dari ancaman Super Flu,” tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina hingga kini belum memberikan tanggapan mengenai berapa jumlah kasus Super Flu yang terjadi di Kota Pahlawan.
Reporter : Rovallgio

