Menag Resmikan Rumah Moderasi Beragama Sangha Theravada Indonesia
Jakarta, Nawacita | Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, meresmikan Rumah Moderasi Beragama di Wisma Sangha Theravada Indonesia, Cilandak, Jakarta Selatan. Rumah ini diinisiasi komunitas Buddhis dan difasilitasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha.
Menteri Agama menegaskan bahwa tempat ini akan menjadi “Rumah Besar Kemanusiaan”, wadah segala perbedaan bertemu dalam dialog yang teduh.
Jauh sebelum peresmian ini, Wisma Sangha Theravada ini telah menjadi ruang dialog antariman. Sejumlah tokoh keagamaan bersepakat menjadikan bangunan umat Buddha ini sebagai tempat berdialog, berdiskusi dan saling bertukar ide dan bertukar karya antarumat beragama.
Menag mengajak umat merenung bahwa perbedaan adalah desain agung Sang Pencipta, bukan sebuah kebetulan. Oleh karena itu, kehadiran Rumah Moderasi Beragama bertujuan bukan untuk menyamakan persepsi, melainkan mencari titik temu (kalimatun sawa) demi menjaga keharmonisan.
“Dunia ini harus dibimbing dengan dua kekuatan: kekuatan konsentrasi yang mewakili keilmuan akademis, dan kekuatan kontemplasi yang mewakili spiritualitas. Rumah ini harus melahirkan manusia yang teduh, yang menyeimbangkan hubungan dengan Tuhan, sesama, dan alam,” ujar Menag, Senin (26/1/2026).
Baca Juga: Bertolak ke Mesir, Menag Bahas Ekoteologi dan Pembukaan Cabang Al-Azhar di Indonesia
Menag juga sempat mengutip ayat 129 dari Kitab Dhammapada. Kitab ini sendiri menjadi panduan praktis moral, perilaku, kebajikan, dan kebijaksanaan umat Buddha untuk mencapai kebahagiaan serta Nibbana. Menag mengingatkan bahwa kedamaian batin mustahil diraih jika bumi tempat tinggal manusia penuh kerusakan.
“Semua orang takut akan hukuman; semua orang takut akan kematian. Setelah membandingkan orang lain dengan diri sendiri, hendaknya seseorang tidak membunuh atau mengakibatkan pembunuhan. Maka dari itulah, mari jadikan tempat ini pusat peningkatan intelektual, spiritualitas, dan kemanusiaan,” pesannya.
Tuan rumah acara, Bhante Dhammasubho Mahatera menyambut peresmian ini dengan perspektif spiritual. Melalui Puja Mantra yang telah digelar non-stop selama 24 jam sejak hari sebelumnya, Bhante Dhammasubho mengingatkan momen ini dengan tujuan untuk menyucikan batin di tengah kemajuan dunia yang kerap kering spiritualitas.
Peresmian Rumah Moderasi Beragama ini diharapkan menjadi oase di tengah hiruk-pikuk dunia. Dengan memadukan doa, pelestarian alam, dan dialog intelektual, Kemenag bersama elemen masyarakat Buddhis berikhtiar menjaga Indonesia tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua makhluk, sesuai semangat para pendiri bangsa dan ajaran luhur agama. kmng

