Tuesday, February 10, 2026

10 Kecamatan di Ngawi Terdampak Kasus PMK, Disnak Jatim: Situasi Aman Terkendali

10 Kecamatan di Ngawi Terdampak Kasus PMK, Disnak Jatim: Situasi Aman Terkendali

Surabaya, Nawacita.co – Ditemukan 30 ekor sapi te rindikasi terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Ngawi yang tersebar di 10 kecamatan dan 15 desa. Adanya penemuan tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Peternakan Jatim hal tersebut masih dalam kondisi terkendali.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jawa Timur, Iswahyudi, menjelaskan peningkatan kasus PMK pada Januari–Februari terjadi secara nasional, dipengaruhi faktor pergantian musim dari kemarau ke musim hujan yang menurunkan daya tahan ternak.

“Jawa Timur tetap berstatus bebas PMK secara terkendali,” tegasnya, Selasa (27/1/2026).

- Advertisement -

Baca Juga: Ribuan Remaja Jatim Terjerat Pernikahan Dini

Menurutnya, tren kasus PMK di Jatim justru menurun signifikan dibanding tahun lalu. Pada awal 2025, kasus harian sempat mencapai 200–300, sementara Januari 2026 hanya tercatat sekitar 10–15 kasus sepanjang bulan.

“Kami telah mendistribusikan obat PMK sejak akhir 2025, melakukan vaksinasi ternak sehat di sekitar lokasi kasus, serta menyemprot disinfektan di kandang dan pasar hewan,” ungkap Iswahyudi.

Ia memaparkan bahwa Jawa Timur juga menerima 1,51 juta dosis vaksin PMK dari Kementerian Pertanian, meski kebutuhan ideal mencapai 5–6 juta dosis.

Dengan ini, Iswahyudi mengimbau peternak tidak panik dan aktif mengikuti program vaksinasi. “PMK di Jawa Timur masih bisa dikendalikan. Ternak yang divaksin memiliki kekebalan cukup baik, jadi kami harap peternak kooperatif ketika petugas datang,” tutupnya.

Reporter: Alus

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru