Tokoh NU Nilai KH Miftachul Akhyar Masih Nakhoda Ideal PBNU
SURABAYA, Nawacita – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sosok KH Miftachul Akhyar dinilai masih menjadi figur paling layak untuk melanjutkan amanah sebagai Rais ‘Aam Syuriyah PBNU periode berikutnya.
Pandangan tersebut disampaikan Tokoh NU, KH Imam Jazuli, yang menilai kepemimpinan Rais ‘Aam bukan sekadar jabatan struktural, melainkan jangkar spiritual dan penentu arah strategis jam’iyah.
Menurut KH Imam Jazuli, KH Miftachul Akhyar memiliki syarat utama sebagai Rais ‘Aam, yakni alim dan faqih, dengan sanad keilmuan yang kuat serta kedalaman fikih yang kontekstual.
Baca Juga: Kiai Jabar–DKI Desak Percepatan Muktamar NU, Soroti Dualisme PBNU
“Saya melihat juga KH Miftachul Akhyar memiliki sikap zuhud, sederhana, dan jauh dari ambisi kekuasaan. Gaya kepemimpinannya yang teduh dan mengayomi dianggap mampu menjaga marwah NU sebagai organisasi keagamaan yang berkhidmah untuk umat, bukan alat kepentingan pribadi maupun kelompok,” terangnya, Senin (26/1/2026).
KH Imam Jazuli menambahkan, ketegasan KH Miftachul Akhyar dalam menegakkan disiplin organisasi serta amanah dari para kiai sepuh, termasuk almarhum KH Maimoen Zubair, menjadi legitimasi moral yang kuat.
Dengan perpaduan keilmuan, integritas, dan restu ulama, ia menilai melanjutkan kepemimpinan KH Miftachul Akhyar merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan marwah NU di tengah tantangan abad kedua jam’iyah. (Alus)

