Disdik Jatim Libatkan 754 Sekolah dalam Program SIKAP, Integrasikan Teori dan Praktik Ketahanan Pangan
Surabaya, Nawacita.co – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus memperluas implementasi Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) sebagai upaya menghadirkan pembelajaran kontekstual sekaligus mendorong kemandirian pangan di lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan saat ini sebanyak 754 sekolah negeri dan swasta jenjang SMA, SMK, dan SLB telah bergabung dalam program SIKAP dari total sekitar 4.300 sekolah yang ada di Jawa Timur.
“Jumlah ini sudah sangat luar biasa. Mengingat tidak semua sekolah memiliki lahan luas, tetapi mereka memiliki niat yang besar untuk memanfaatkan lahan terbatas agar tidak menjadi lahan tidur dan tetap produktif,” ujar Aries, Konfirmasinya di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Senin (26/1/2026).
Baca Juga: Khofifah Tegaskan Peran Sekolah dalam Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Menurutnya, masing-masing sekolah menyesuaikan jenis tanaman dengan kondisi dan kontur wilayahnya, sehingga program SIKAP dapat diterapkan secara fleksibel dan realistis di berbagai daerah.
Lebih jauh, Aries menekankan bahwa SIKAP tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana integrasi antara teori akademik dan praktik lapangan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga terhubung langsung dengan praktik. Ini membuat mereka lebih bersemangat, proaktif, dan tidak jenuh dalam proses belajar,” jelasnya.
Hasil dari kegiatan SIKAP pun dimanfaatkan secara produktif. Untuk sekolah kejuruan (SMK), hasil panen disinergikan dengan pembelajaran kewirausahaan dan pemasaran. Sementara di sekolah umum, hasil produksi dimanfaatkan oleh warga sekolah, baik dibeli oleh guru maupun siswa.
Reporter: Alus

