Monday, February 9, 2026

Profil Tommy Soeharto si Pangeran Cendana: Kekayaan, Kasus Hukum Hingga Fakta Lainnya

Profil Tommy Soeharto si Pangeran Cendana: Perjalanan Karier Hingga Fakta Menarik Lainnya

JAKARTA, Nawacita – Profil Tommy Soeharto si Pangeran Cendana, Tommy Soeharto atau Hutomo Mandala Putra adalah anak kelima dari enam bersaudara pasangan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, dan Raden Ayu Siti Hartinah (Ibu Tien).

Ia dikenal luas sebagai pemilik dan pendiri Humpuss Grup pada periode 1984-2016, sebuah konglomerasi bisnis besar yang dibangun dan dikendalikan langsung oleh Tommy Soeharto.

Grup Humpuss berawal dari bisnis transportasi energi laut, khususnya pengangkutan LNG dan minyak, sebelum kemudian berkembang pesat ke berbagai sektor strategis lain, seperti petrokimia, agribisnis, pertambangan, hingga properti.

- Advertisement -

Biodata Tommy Soeharto

  • Nama lengkap: Hutomo Mandala Putra
  • Nama panggilan: Tommy Soeharto
  • Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 21 Juli 1962
  • Zodiak: Cancer
  • Agama: Islam
  • Orang tua: Soeharto dan Raden Ayu Siti Hartinah
  • Pasangan: Ardhia Pramesti Regita Cahyani (bercerai)
  • Anak: Dharma Mangkuluhur dan Gayanti Hutami
  • Pekerjaan: Pengusaha, politisi

Perjalanan Karier Tommy Soeharto

Nama Hutomo Mandala Putra memiliki latar historis yang kuat. Saat Soeharto resmi menjabat Presiden RI ke-2 pada 12 Maret 1967, Tommy masih berusia lima tahun.

Sejak itu, ia tumbuh dan besar di lingkungan pusat kekuasaan negara hingga berakhirnya Orde Baru pada tahun 1998. Dalam rentang kekuasaan sang ayah yang hampir 32 tahun, Tommy Soeharto menjelma menjadi pengusaha papan atas di usia relatif muda.

Pada tahun 1984, Tommy Soeharto mendirikan Grup Humpuss, yang kemudian berkembang menjadi konglomerasi besar dengan lebih dari 60 anak perusahaan aktif.

Bisnisnya merambah berbagai sektor strategis, mulai dari transportasi dan pelayaran energi, petrokimia, perdagangan, konstruksi, properti, keuangan, farmasi, hingga otomotif.

Dalam struktur kepemilikan, Tommy Soeharto diketahui menguasai sekitar 60 persen saham di grup usaha tersebut. Nama Tommy semakin dikenal luas pada tahun 1996 lewat proyek Mobil Nasional Timor yang dijalankan melalui PT Timor Putra Nasional, salah satu entitas di bawah Humpuss.

Baca Juga: Profil Pandji Pragiwaksono, Komika yang Kembali Viral Usai Roasting Wapres hingga Pejabat Polri

Proyek ini mendapat perlakuan khusus dari pemerintah, termasuk pembebasan pajak dan bea masuk melalui kebijakan Inpres Nomor 2 Tahun 1996. Harga mobil Timor yang jauh lebih murah memicu keberatan produsen otomotif asing hingga berujung gugatan ke WTO.

Krisis moneter 1998 serta lengsernya Presiden Soeharto menjadi titik akhir proyek mobil nasional tersebut, bersamaan dengan dicabutnya berbagai fasilitas bisnis yang sebelumnya dinikmati Tommy.

Profil Tommy Soeharto si Pangeran Cendana
Profil Tommy Soeharto si Pangeran Cendana: Perjalanan Karier Hingga Fakta Menarik Lainnya.

Selain bisnis, Tommy Soeharto dikenal memiliki minat besar di dunia otomotif dan olahraga. Ia aktif sebagai pembalap mobil, pernah menjuarai turnamen tembak reaksi, serta menjabat Ketua Umum IMI Pusat selama dua periode.

Ia juga tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang menggagas penyelenggaraan Rally Dunia di Indonesia, yang digelar di Medan pada tahun 1996 dan 1997. Perjalanan hidupnya kemudian memasuki fase gelap ketika ia terjerat kasus hukum berat.

Tommy dinyatakan terlibat dalam perencanaan pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita pada 26 Juli 2001, serta kasus kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal.

Tommy Soeharto mulai menjalani hukuman penjara sejak 2002 di Nusakambangan, sebelum dipindahkan ke Lapas Cipinang pada 2006.

Vonis awal 15 tahun penjara kemudian dipangkas menjadi 10 tahun melalui putusan Mahkamah Agung, ditambah sejumlah remisi, sehingga Tommy dapat menghirup udara bebas lebih cepat pada Oktober 2008.

Pasca keluar dari penjara, Tommy Soeharto perlahan menata kembali kehidupannya. Ia kembali mengelola bisnis, termasuk menghidupkan kembali ritel GORO Super Grosir, yang pernah berjaya di era Orde Baru.

Pada tahun 2019, Tommy Soeharto meresmikan pembukaan kembali GORO di Cibubur dengan target ekspansi hingga tingkat kabupaten di seluruh Indonesia, sebelum akhirnya GORO dipindahkan ke Tangerang pada tahun 2021. Di bidang politik, Tommy kembali bergabung dengan Partai Golkar dan sempat mencalonkan diri sebagai Ketua Umum pada 2009, meski gagal.

Tidak berhenti di situ, Tommy Soeharto mendirikan Partai Berkarya dan menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Berkarya periode 2016-2021, membawa gagasan nasionalisme dan pembangunan ekonomi yang terinspirasi dari era Orde Baru.

Kekayaan serta Bisnis Tommy Soeharto

Meski berasal dari keluarga Cendana, tidak terdapat informasi resmi yang secara terbuka mencatat jumlah kekayaan Tommy Soeharto. Namun, berdasarkan berbagai laporan media dan dokumen perusahaan, Tommy diketahui memiliki sejumlah lini bisnis yang menjadi sumber utama aset dan pendapatannya. Berikut gambaran gurita bisnis Tommy Soeharto:

1. Grup Humpuss

Grup Humpuss didirikan pada 1984 dan berkantor pusat di Gedung Granadi, Jakarta. Kelompok usaha ini berawal dari bisnis transportasi energi laut, khususnya LNG dan minyak, sebelum berkembang ke sektor petrokimia, pelayaran, perdagangan, dan pertambangan.

Beberapa anak usaha utama di bawah Grup Humpuss, antara lain:

  • PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS)
  • PT Humpuss Maritim Internasional (HUMI)
  • PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK)
  • PT Humpuss Transportasi Curah (HTC)
  • PT LIS Internasional (LISI)
  • PT ETS Internasional (ETSI)

Berdasarkan Laporan Tahunan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) tahun 2024, Tommy Soeharto tercatat memiliki 738.692.651 lembar saham atau setara 10,40% kepemilikan.

Baca Juga: Profil Kim Keon Hee, Istri Presiden Korea Selatan yang Kecantikannya Seperti Idol K-Pop

2. Properti dan Perhotelan

Di sektor properti dan perhotelan, Tommy Soeharto dikenal sebagai salah satu pemilik Lorin Group, jaringan hotel yang dikelola melalui PT Lor International Hotel dan mencakup segmen budget hingga bintang lima.

Melalui PT Hotel Anom Saranatama, Lorin Group mengelola Hotel Lorin Solo dan Hotel Syariah Solo. Selain perhotelan, ia juga tercatat mengembangkan Black Rock Golf and Resort di kawasan pariwisata Tanjung Tinggi, Belitung.

3. Ritel (GORO)

Tommy juga mengembangkan bisnis ritel melalui PT Berkarya Makmur Sejahtera, perusahaan induk Goro Super Grosir. GORO sempat menjadi pemain besar di sektor ritel grosir pada era Orde Baru, sebelum mengalami penurunan kinerja.

Pada tahun 2019, Tommy meresmikan kembali GORO di kawasan Cibubur dengan target ekspansi nasional. Dua tahun kemudian, pada tahun 2021, operasional GORO dipindahkan ke Cimone, Tangerang.

Perusahaan ini juga pernah menjalin kerja sama dengan Bin Zayed Group asal Dubai untuk proyek perumahan murah, meski hingga kini belum terdapat perkembangan lanjutan yang signifikan.

Secara keseluruhan, bisnis Tommy Soeharto tersebar di sektor energi, pelayaran, properti, perhotelan, hingga ritel, menjadikannya tetap sebagai salah satu figur pengusaha nasional meski tanpa publikasi resmi terkait total nilai kekayaannya.

Kasus Tommy Soeharto

Kasus hukum yang melibatkan Tommy Soeharto merupakan salah satu yang paling menonjol dalam sejarah penegakan hukum Indonesia pasca-Orde Baru. Perkara utamanya berkaitan dengan pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita, yang saat itu menangani kasus korupsi tukar guling aset Goro-Bulog.

Atas kasus ini, Tommy Soeharto divonis 15 tahun penjara pada 2002 sebagai dalang pembunuhan, menjalani hukuman di LP Cipinang dan Nusakambangan, lalu memperoleh pembebasan bersyarat pada tahun 2006.

Selain itu, namanya juga terkait kasus tukar guling Goro-Bulog yang merugikan negara sekitar Rp95,6 miliar, dengan vonis 18 bulan penjara yang diputus setelah perkara pembunuhan diproses.

Dalam konteks lain, Tommy sempat disorot dalam penyelidikan dugaan korupsi BPPC dan proyek mobil nasional Timor, meski kasus-kasus tersebut tidak berujung pada proses pidana langsung terhadap dirinya.

Di luar negeri, Tommy pernah terlibat sengketa perdata terkait pembekuan rekening di BNP Paribas yang diduga berkaitan dengan aliran dana hasil tindak pidana korupsi di Indonesia.

Namanya juga sempat dikaitkan dengan isu pendanaan gerakan makar pada tahun 2016, namun ia membantah tuduhan tersebut dan menempuh langkah hukum melalui somasi.

Fakta-Fakta Menarik Tommy Soeharto

Berikut adalah fakta-fakta menarik yang perlu Anda ketahui tentang Tommy Soeharto:

  • Latar belakang keluarga: Tommy Soeharto merupakan anak kelima dari enam bersaudara sekaligus putra bungsu Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, yang tumbuh di lingkungan elite kekuasaan Orde Baru.
  • Pendiri Grup Humpuss: Ia mendirikan dan mengembangkan Grup Humpuss sejak 1984, yang bergerak dari transportasi energi laut hingga merambah petrokimia, agribisnis, pertambangan, dan properti.
  • Dunia otomotif dan balap: Tommy dikenal sebagai pecinta otomotif, aktif sebagai pembalap mobil, serta pernah menorehkan prestasi sebagai juara turnamen tembak reaksi.
  • Peran di organisasi otomotif: Ia pernah menjabat Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat selama dua periode, memperkuat posisinya di dunia olahraga otomotif nasional.
  • Rally dunia di Indonesia: Tommy tercatat sebagai tokoh Indonesia pertama yang memprakarsai penyelenggaraan ajang Rally Dunia di Indonesia, yang digelar di Medan pada 1996-1997.
  • Mobil nasional Timor: Namanya identik dengan proyek mobil nasional Timor yang menjadi salah satu kebijakan industri paling kontroversial pada era Orde Baru.
  • Kasus hukum besar: Ia pernah terjerat kasus hukum besar dan menjalani hukuman.

inhnws.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru