Walikota Surabaya Soroti Beasiswa Pemuda Tangguh, Libatkan BPK hingga Ganti Pejabat
Surabaya, Nawacita | Walikota Surabaya Eri Cahyadi menyoroti pelaksanaan program Beasiswa Pemuda Tangguh setelah menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses penerimaannya. Salah satu temuan yang disampaikan adalah banyaknya anak pejabat serta dominasi jalur mandiri dalam penerimaan beasiswa tersebut.
“Di Beasiswa Pemuda Tangguh banyak anak pejabat, kemudian 70 persen melalui jalur mandiri,” ujar Eri Cahyadi, Jumat (23/1/2026).
Eri mengungkapkan keheranannya karena Beasiswa Pemuda Tangguh sejatinya diperuntukkan bagi siswa berprestasi. Namun, fakta di lapangan menunjukkan banyak penerima beasiswa berasal dari jalur mandiri yang identik dengan kemampuan finansial karena harus membayar uang gedung.
Baca Juga: Walikota Surabaya Bentuk Satgas Mafia Tanah untuk Tangani Sengketa Lahan
“Aneh kan, kok bisa masuk Beasiswa Pemuda Tangguh, padahal ini beasiswa prestasi, sedangkan kalau masuk mandiri harus memasukkan uang gedung, berarti kan mampu,” tegasnya.
Atas temuan tersebut, Eri mengaku telah melaporkannya kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Bahkan, Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah tegas dengan mengganti sejumlah pejabat terkait.
“Saya sampai laporan BPK untuk periksa semua, kami juga mengganti kepala dinas dan kepala bidang, karena kok bisa anak-anak masuk mandiri yang mampu kok mendapatkan beasiswa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Eri menjelaskan bahwa pada awalnya Beasiswa Pemuda Tangguh memang ditujukan bagi siswa berprestasi. Namun, konsep tersebut kemudian dievaluasi karena dinilai tidak tepat sasaran. Perubahan kebijakan tersebut diharapkan dapat membuat program Beasiswa Pemuda Tangguh lebih tepat sasaran dan benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan.
Baca Juga: Kurangi Tenaga Honorer, Pemkot Surabaya Serap 14.561 Melalui PPPK Paruh Waktu
“Ketika awal Beasiswa Pemuda Tangguh ialah untuk prestasi, makanya di 2025 saya ganti untuk yang pra sejahtera. Karena kalau prestasi mereka berpikirnya yang penting masuk negeri itu sudah prestasi,” ungkapnya.
Politisi PDI Perjuangan itupun menegaskan bahwa akan menelusuri lebih lanjut mengenai temuan hasil evaluasi Beasiswa Pemuda Tangguh yang tidak tepat sasaran selama ini.
“Saya bilang jangan menggunakan dan jangan main-main dengan anggaran rakyat. Ini untuk warga yang membutuhkan,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

