Menuju Swasembada, DPRD Jatim Minta Pemerintah Kurangi Ketergantungan Pupuk Kimia
Surabaya, Nawacita.co – Pemerintah terus mendorong ketersediaan pupuk bagi petani sebagai bagian dari strategi besar mewujudkan swasembada pangan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah, mengatakan bahwa kebijakan itu sejalan dengan target mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan pangan nasional dari hulu hingga hilir.
Namun di tengah upaya tersebut, muncul harapan agar pemerintah mulai menggeser orientasi dari dominasi pupuk kimia menuju pemanfaatan pupuk hijau atau organik.
“Saya kira masyarakat saat ini dinilai sudah mampu memproduksi pupuk ramah lingkungan secara mandiri, baik melalui skala usaha kecil, komunitas, hingga dunia usaha,” ujar Anik, (23/1/2026).
Baca Juga: BPN Jatim Targetkan 40 Ribu Sertifikat Tanah Wakaf Rampung 2026
Ia menambahkan bahwa bahan baku pupuk organik sejatinya melimpah di tingkat akar rumput, mulai dari limbah pertanian hingga sampah rumah tangga yang dapat diolah menjadi kompos.
“Karena itu, pemerintah diminta tidak menciptakan monopoli baru, melainkan memberi akses permodalan dan kemitraan agar produk pupuk rakyat bisa masuk ke industri pengolahan, termasuk pabrik-pabrik yang ada di Jawa Timur seperti di Gresik,” tegas Anik.
Selain itu, ketergantungan pada pupuk kimia dinilai hanya memberi hasil instan, namun berdampak buruk bagi ekosistem tanah dalam jangka panjang.
Anik menggaris bawahi jika ada keseimbangan antara pupuk kimia dan pupuk hijau perlu dibangun, agar produktivitas pertanian tetap terjaga tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.
Reporter: Alus

