Tuesday, February 10, 2026

Eri Cahyadi Tekankan Peran Warga Jaga Keamanan di Tengah Bebasnya Perpindahan Penduduk

Eri Cahyadi Tekankan Peran Warga Jaga Keamanan di Tengah Bebasnya Perpindahan Penduduk

Surabaya, Nawacita | Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menyoroti isu keamanan kota khususnya pencurian kendaraan motor (curanmor) dan premanisme di tengah semakin bebasnya arus perpindahan penduduk ke Surabaya. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk membatasi pendatang karena aturan tersebut telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Orang pindah ke Surabaya tidak bisa dibatasi. Sekarang dari pusat langsung keluar semua,” ujar Eri Cahyadi, Jumat (23/1/2026).

Eri menjelaskan, berdasarkan peraturan menteri, perpindahan penduduk tidak boleh dilarang maupun ditutup. Bahkan, saat ini proses pindah domisili tidak lagi mewajibkan laporan ke camat atau lurah seperti sebelumnya.

- Advertisement -

“Perpindahan itu dari peraturan menteri tidak boleh dilarang atau ditutup. Sekarang pindah tidak perlu lapor camat dan lurah, tiba-tiba bisa pindah. Kita tidak bisa apa-apa karena aturan kementeriannya tidak boleh,” jelasnya.

Baca Juga: Walikota Surabaya Soroti Beasiswa Pemuda Tangguh, Libatkan BPK hingga Ganti Pejabat

Kondisi tersebut, lanjut Eri, berdampak pada pengawasan dan keamanan lingkungan karena pemerintah kota tidak selalu mengetahui secara pasti pergerakan penduduk yang masuk dan keluar.

“Pindah-pindah itu kita ya bingung, ya kita tidak tahu,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Eri menekankan bahwa menjaga keamanan Kota Surabaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

“Yang bisa menjaga kota ini ya warganya sendiri, bersama-sama kita menjaga,” tegasnya.

Pemkot Surabaya, kata Eri, terus memperkuat sinergi dengan aparat keamanan seperti kepolisian dan TNI sebagai langkah konkret menjaga stabilitas dan ketertiban kota.

Baca Juga: Walikota Surabaya Bentuk Satgas Mafia Tanah untuk Tangani Sengketa Lahan

“Kalau berbicara keamanan, maka kita bicara dengan pihak keamanan, ada polisi dan TNI. Itu berarti kita bersinergi,” ujarnya.

Selain itu, Eri juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan pribadi dan lingkungan, termasuk melakukan langkah-langkah pencegahan sederhana guna meminimalkan tindak kejahatan.

“Kalau ada rumah kehilangan, berarti kita tidak ada persiapan. Contohnya memberikan kunci ganda, insya Allah akan makin sulit,” pungkasnya.

Ia berharap, dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, keamanan Kota Surabaya tetap terjaga meski di tengah dinamika urbanisasi yang terus meningkat.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Terbaru