Eri Cahyadi Jelaskan Mekanisme Penyaluran Bantuan Sosial dan Keterbatasan Anggaran Pemkot Surabaya
Surabaya, Nawacita | Walikota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan mekanisme penetapan penerima bantuan sosial yang mengacu pada klasifikasi desil kesejahteraan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. Menurutnya, bantuan hanya dapat diberikan kepada warga yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga Desil 5 berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi.
“Ada yang namanya Desil 1 sampai 5 yang ditetapkan juga oleh Pemerintah Pusat, maka yang diberikan bantuan ialah yang berada di kategori tersebut. Ada pengecekan dari BPS dan macam-macam, rumahnya, atapnya dari apa,” ujar Eri Cahyadi, Jumat (23/1/2026).
Eri mengakui, dalam praktiknya terdapat kondisi warga yang secara pendapatan tergolong miskin, namun secara fisik bangunan rumah tidak masuk dalam kriteria kemiskinan. Sebaliknya, ada pula rumah dengan kondisi tidak layak, namun tidak termasuk dalam desil penerima bantuan karena keterbatasan kuota.
“Kalau kita masukkan hitungan, dia tidak masuk miskin kalau dilihat dari bangunan, tapi dari pendapatan iya. Tapi ada rumah yang atapnya tidak karu-karuan. Kita punya kuota, tidak bisa memenuhi kebutuhan semuanya. Ketika kita lihat dia tidak masuk desil 1 sampai lima, maka kita bandingkan mana yang kita masukkan,” jelasnya.
Baca Juga: Eri Cahyadi Jelaskan Skema Gaji PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Bahwa Kebijakan Nasional
Lebih lanjut, Eri menegaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Ia memaparkan besarnya alokasi anggaran Pemkot Surabaya untuk berbagai sektor prioritas.
“Rutilahu saja anggarannya Rp 300 miliar, BPJS Kesehatan Rp 500 miliar, BOPDA SD-SMP Rp 1,4 triliun, penyelesaian banjir dan jalan lebih dari Rp 1 triliun, serta kesehatan Rp 2 triliun di luar BPJS,” paparnya.
“Akhirnya kita sampaikan ke DPRD dana sisa berapa, ternyata Rp 1 triliun, dibuat untuk anggaran OPD,” imbuhnya.
Eri menegaskan seluruh kebijakan anggaran diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat. Namun, dengan jumlah penduduk Surabaya yang mencapai sekitar 3,1 juta jiwa, pemerintah harus melakukan prioritas agar bantuan dan program yang ada dapat tepat sasaran.
“Semua kita serahkan untuk kesejahteraan masyarakat, tapi penduduk Kota Surabaya 3,1 juta,” pungkasnya.
Reporter : Rovallgio

