Tuesday, February 10, 2026

Kurangi Tenaga Honorer, Pemkot Surabaya Serap 14.561 Melalui PPPK Paruh Waktu

Kurangi Tenaga Honorer, Pemkot Surabaya Serap 14.561 Melalui PPPK Paruh Waktu

Surabaya, Nawacita | Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya, Ira Tursilawati, menjelaskan bahwa pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyerap lebih dari 14.561 orang sebagai tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, sebagai langkah mengurangi tenaga honorer.

“Kebetulan 14 ribu itu sekian itu sebenarnya sudah memenuhi apa yang disampaikan oleh pusat bahwa mereka terdaftar di database, yang kedua mereka sudah melebihi 2 tahun. Ternyata di dalam data itu masih ada yang kurang dari 2 tahun otomatis dia masuklah menjadi tenaga kontrak,” ucap Ira, Kamis (22/1/2026).

“Tapi sebenarnya kurang dari 2 tahun ada, otomatis mereka akan pakai mekanisme kontrak harian,” imbuhnya.

- Advertisement -

Untuk mekanisme pembaruan kontrak para pegawai PPPK di lingkungan Pemkot Surabaya akan diperbarui kontrak setiap satu tahun sekali.

“PPPK kita tahunan, setiap tahun nanti kembali lagi kepada OPD-nya, apakah memberikan penilaian, apakah itu masih berkinerja baik. Kalau berkinerja baik, diusulkan ke BKPSDM untuk perpanjangan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Hi Tech Mall jadi Pusat Kreativitas Anak Muda, Mulai Beroperasi 31 Mei 2026

Hingga kini Pemkot Surabaya telah memiliki PPPK Penuh Waktu sebanyak 8.061 orang, sedangkan PPPK Paruh Waktu sejumlah 14.561 orang. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah mengurangi pegawai tenaga honorer, sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat.

Pada waktu pengusulan pengangkatan PPPK Paruh Waktu oleh Pemkot Surabaya kepada pemerintah pusat awalnya sejumlah 14.697 orang, namun akhirnya pada hasil seleksi hanya terdapat 14.561 orang yang lolos.

“Ada yang meninggal dunia saat pengusulan, yang kedua tidak dapat memenuhi persyaratan karena tidak bisa menunjukkan ijazahnya karena hilang,” tuturnya.

Disisi lain penyerapan PPPK di lingkungan Pemkot Surabaya juga sebagai langkah mengatasi kurangnya jumlah pegawai di beberapa sektor, seperti diketahui pada tahun 2025-2026 jumlah pegawai yang pensiun mencapai 1400 orang.

“Total yang pensiun di tahun 2025-2026, pokoknya seluruh pegawai ya, hampir 1.400an,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait perekrutan pegawai di tahun 2026, Ira mengaku bahwa pihak Pemkot Surabaya masih melakukan perhitungan terkait jumlah kebutuhan pegawai di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Pastikan Pemindahan RPH Pegirian ke TOW Dilakukan Maret Usai Lebaran

“Sebenarnya memang kita masih banyak kekurangan, tapi kan kami juga harus melihat belanja pegawai.

Iya, kan tidak boleh melebihi dari 30%. Nah kami juga kalau membuat perencanaan kan harus berhitung di belanja pegawai. Nanti kalau di atas 30, kena semprit sama provinsi,” jelasnya.

“Kami biasanya mendapatkan usulan dari OPD kebutuhan masing-masing pegawainya dan kami juga kembali lagi tetap kami perhatikan anggaran belanja pegawai,” tambahnya.

Ira juga menambahkan bahwa dalam apabila nantinya melakukan perekrutan pegawai baru pihak Pemkot Surabaya akan melakukan skala prioritas pada sektor yang dianggap merupakan layanan dasar masyarakat.

“Nanti ini kami akan lakukan penghitungan, nanti pakai skala prioritas mana yang diperlukan apa itu. Biasanya kan pelayanan dasar pendidikan sama kesehatan,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru