Wednesday, March 11, 2026

Kunjungi Sekolah Rakyat di Bojonegoro, Mensos RI Gus Ipul Dialog dengan Siswa dan Orang Tua

Kunjungi Sekolah Rakyat di Bojonegoro, Mensos RI Gus Ipul Dialog dengan Siswa dan Orang Tua

Bojonegoro, Nawacita – Usai melaksanakan sosialisasi di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro, Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul mengunjungi lokasi sementara Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro yang ada di Pusdiklat di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Rabu (21/1/2026). Dalam kunjungan ini, Gus Ipul berdialog dengan siswa dan juga orang tua bagamana pengalamannya sekolah di SRMA yang belum genap setahun ini.

Kehadiran Gus Ipul di SRMA 36 Bojonegoro, disabut dengan berbagai penampilan para siswa, mulai dari hadrah, seni lukis, tarian, paduan suara, pencak silat, hingga pidato Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.

Salah satu orang tua siswa, Sri Rohana asal Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu merasa sangat terbantu dengan adanya SR ini. Dia dan suaminya yang bekerja sebagai petani tidak mempunyai penghasilan tetap, sejak putrinya di SMP tak mampu memberikan uang saku memintanya untuk puasa dulu. Sekarang di asarama kalau belum bisa menyambangi, putrinya juga bisa menerima. Selain itu, dia juga merasakan perubahan yang baik ketika putrinya sekolah di SRMA 36 Bojonegoro.

- Advertisement -

“Bicaranya lebih halus, anaknya lebih disiplin, solat juga tepat waktu tanpa disuruh. Sekolah Rakyat ini sangat membantu keluarga kami,” ujar Rohana.

Ketua Osis SRMA 36, Abdul Manaf juga mengaku bersyukur bisa mendapatkan kesempata sekolah di sana. “Bapak dan ibu guru, serta wali asrama sudah saya anggap seperti orang tua sendiri, mau menerima saya apa adanya,” ujar siswa yang bercita-cita ingin jadi Guru Pendidikan Agama Islam itu.

Gus Ipul bersama guru dan wali asrama SRMA 36 Bojonegoro (Foto: Parto/Nawacita)

Kepala SRMA 36 Bojonegoro, Muhammad Shobirin menyampaikan bahwa tantangan di sekolah tersebut adalah mendorong kepercayaan diri para siswa. Upaya yang dilakukan adalah membiasakan Bahasa Inggris dan memperkuat Public Speaking.

“Di semua mata pelajaran kami mendorong agar ada tugas presentasi, sehingga siswa akan terbiasa untuk berbicara di depan banyak orang. Selain itu, dulu siswa deg-degan dan malu untuk meberikan laporan kepada guru ataupun wali asrama. Sekarang sudah terbiasa dan percaya diri menyampaikan laporan,” ulas Shobirin.

Selain itu, jika di awal mengupayakan bagaiamana agar siswa kerasan, sekarang sudah mengarah kepada prestasi. Seperti akhir tahun lalu, ada siswa yang meraih juara dalam olimpiade fisika dan bahasa lewat online. Para guru memacu siswa untuk ikut kompetensi di berbagai level. Tujuannya agar anak terbiasa kompetisi, mudah bergaul, dan menerima masukan dari berbagai pihak, sehingga ada perubahan yang signifikan pada siswa.

“Bisa saling terbuka, rasa hormat kepada orang tua meningkat, dan orang tua juga bangga dengan perubahan pada anaknya,” tambah Shobirin.

Gus Ipul mengapresiasi SRMA 36 Bojonegoro ini, karena belum genap satu tahun sudah menunjukan kualitas yang membanggakan, bahkan berprestasi. Menurutnya, meskipun siswa berasal dari orang tua yang kurang mampu, tapi semangat belajarnya yang luar biasa, serta bimbingan dari para guru dan wali asrama, serta orang tua siswa, sehingga mampu menujukkan kemampuan terbaik.

Baca Juga: Hadir di Bojonegoro, Mensos RI Gus Ipul Tegaskan DTSEN Data Tunggal Dikelola BPS

“Tugas kami sebagai Menteri Sosial yakni menjalankan program dari Bapak Presiden Prabowo. Salah satunya Sekolah Rakyat. Siswa yang sekolah di sini, dari orang tua yang tidak mampu. Anaknya bisa sekolah, orangtua juga nanti akan ada pemberdayaan, serta rumah juga akan dibangun agar lebih layak. Harapannya setelah anak lulus nanti kehidupan sudah lebih layak, dan dapat mengentas kemiskinan,” tegas Gus Ipul.

Terkait SR, setiap tahun akan menerima 300 siswa masing-masing 100 siswa tingkat SD, SMP dan SMA. Tahun ini sudah ada 104 bangunan permanen untuk SR, pertengahan tahun ada tambahan bangunan 100. Targetnya tahun 2027 sudah ada SR permanen.

Di Bojonegoro, SR sementara masih ditempatkan di Pusdiklat karena kendala lahan. Gus Ipul merekomendasikan untuk mengusulkan lokasi agar bisa dibangun SR permanen.

“Silakan pemerintah daerah untuk melengkapi persyaratan, seperti surat tanah, status tanah, Amdal, dan lain-lain. Nantinya pendanaan dari APBN, yang mengerjakan Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Gus Ipul.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menegaskan siap mendukung dan mensukseskan program dari Presiden Prabowo, salah satunya SR ini.

“Kami beserta jajaran mendukung penuh program dicanangkan Bapak Presiden. Kami berterimakasihterimkasih guru, wali siswa, dan kepada siswa tetap semangat dalam belajar dan mengejar cita-cita dengan sekolah di SR ini,” pesan Bupati.

Reporter: Parto Sasmito

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

bank jatim
- Advertisment -

Terbaru