Tuesday, February 10, 2026

Lawatan ke Inggris dan Swiss, Presiden Fokus pada Kerja Sama Maritim, Lingkungan, hingga Pendidikan

Lawatan ke Inggris dan Swiss, Presiden Fokus pada Kerja Sama Maritim, Lingkungan, hingga Pendidikan

JAKARTA, Nawacita – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan keterangan terkait agenda kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto ke dua negara, yakni Inggris dan Swiss. Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (19/1/2026).

Mensesneg menjelaskan bahwa Presiden bertolak ke Inggris untuk memenuhi undangan Raja Charles III serta Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Menurut Mensesneg, pertemuan tersebut sejatinya telah direncanakan berlangsung pada Desember tahun lalu, namun baru dapat dilaksanakan pada Januari ini.

“Beberapa agenda yang menjadi pokok pembahasan Bapak Presiden dalam lawatan kali ini adalah yang pertama, berkenaan dengan Beliau akan menandatangani Maritime Partnership pada kerja sama di bidang kelautan untuk membangun kapal-kapal tangkap ikan untuk nelayan-nelayan kita,” kata Mensesneg.

- Advertisement -

Selain itu, sambung Mensesneg, Presiden juga akan membahas rencana konservasi perlindungan gajah di Provinsi Aceh. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif Presiden mendonasikan konsesi hutan PT Tusam Hutani Lestari kepada pemerintah untuk dialihfungsikan sebagai koridor konservasi satwa, bekerja sama dengan organisasi konservasi internasional WWF.

Baca Juga: Dari London, Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penertiban Kawasan Hutan

“Kurang lebih tahun lalu sekitar 8-10 bulan yang lalu, Bapak Presiden sebagai pribadi, telah menyerahkan konsesi hutan atas nama PT. TUSAM Hutani Lestari kepada pemerintah untuk selanjutnya dialihfungsikan menjadi koridor konservasi satwa gajah, yang itu atas kerja sama dengan Raja Charles,” imbuhnya.

Agenda lainnya mencakup penjajakan kerja sama pendidikan dengan sejumlah universitas terkemuka di Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama tersebut diarahkan pada peluang pembukaan kampus di Indonesia guna memperkuat pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, dan kedokteran.

Mensesneg menambahkan, Presiden dijadwalkan berada di Inggris selama kurang lebih dua hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF). Dalam forum tersebut, Presiden dijadwalkan menjadi salah satu pembicara.

“Tentu di Forum ekonomi dunia ini, ini adalah bagian dari kita membuka potensi-potensi kerja sama dengan seluruh negara-negara sahabat,” pungkas Mensesneg. (FID/YLI-Humas Kemensetneg)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru