Wednesday, February 11, 2026

Menteri Rosan dan Anindya Bakrie Kunker ke Swis, Ini Agendanya

Baca Cepat :
>Indonesia ikut WEF Davos 2026 untuk menarik investasi berkualitas dan menciptakan lapangan kerja.
>Pemerintah mempromosikan peluang hilirisasi, energi hijau, dan ekonomi digital.
>Targetnya investasi berdampak langsung bagi ekonomi rakyat dan pertumbuhan nasional.

Nawacita – Anak Buah Presiden Prabowo, yakni Menteri Investasi / Kepala BKPM sekaligus Bos Danantara Rosan P Roeslani kembali Kunker ke Swis. Tak sendirian, Rosan akan ditemani sahabatnya, yang juga Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie beserta sejumlah rombongan pejabat BKPM dan wartawan terbatas.

Rencananya, kedatangan mereka untuk berpartisipasi dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar pada 19–22 Januari 2026 di Davos, Swiss. Kehadiran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Danantara Indonesia dan KADIN Indonesia menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat diplomasi ekonomi dan promosi investasi di tengah ketidakpastian global.

- Advertisement -

Partisipasi ini bertujuan menarik investasi berkualitas yang berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, penguatan industri nasional, serta pertumbuhan ekonomi rakyat. Pemerintah memanfaatkan forum WEF untuk menyampaikan agenda reformasi struktural, kepastian kebijakan, serta peluang investasi strategis di sektor hilirisasi, energi hijau, dan ekonomi digital.

Baca Juga : IKN Makin Nyata, BKPM Siapkan 12 Proyek Investasi Rp52 Triliun

“WEF menjadi momentum penting untuk menyampaikan bahwa Indonesia terus bergerak maju dengan kebijakan yang pro-investasi dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani.

Indonesia Tampil di WEF Davos 2026, Apa dampak untuk Penciptaan Lapangan Kerja?

Pada WEF Davos 2026, Indonesia menghadirkan Indonesia Pavilion bertema Indonesia Endless Horizons sebagai pusat promosi investasi dan dialog kebijakan, serta menggelar Indonesia Night untuk memperkuat jejaring dengan investor global. Melalui pendekatan Indonesia Incorporated, sinergi pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu menghadirkan investasi yang inklusif, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat. bdo/bkpm

 

Riko Abdiono
Riko Abdionohttp://rikolennon24.blogspot.com
Penulis adalah Jurnalis sejak 2004 di Harian Surabaya Pagi
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru