Surabaya, Nawacita.co – Walikota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembangunan Kota Surabaya harus dilandasi nilai kemanusiaan dan semangat perjuangan para pendiri bangsa, khususnya Presiden pertama RI, Soekarno.
Eri mengajak masyarakat untuk terus mengingat nilai kemanusiaan yang diajarkan Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Bagaimana kita mengingat betul bahwa kemanusiaan dengan mengingat Bung Karno. Bung Karno dengan kemanusiaannya beliau menjadikan tonggak perjuangan bangsa dengan merebut kemerdekaan agar kemiskinan hilang, dihilangkannya kapitalisme, nepotisme yang diawali rasa kemanusiaan,” terangnya, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga: Walikota Eri Cahyadi Terapkan Sistem Rapor Kinerja Pejabat, Hasilnya Dipublikasikan ke Masyarakat
Eri juga menyinggung peran Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri yang dinilainya konsisten menekankan pentingnya pembangunan berbasis kerakyatan dan menyentuh masyarakat akar rumput.
“Ibu Megawati dengan semua kecintaannya merawat pertiwi ini mengatakan bagaimana akar rumput harus disentuh, membangun semuanya dengan kerakyatan,” katanya.
Selain itu, Eri turut mengapresiasi kontribusi mantan Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam pembangunan kota yang berorientasi pada lingkungan dan ruang terbuka hijau.
“Kemanusiaan begitu berarti, bagaimana Surabaya dengan pohon dan tanaman dibangun oleh Bu Risma yang hari ini kita lihat. Kita harus bangga dengan Bu Risma,” jelasnya.
Eri menekankan bahwa pembangunan Surabaya tidak boleh bertumpu pada figur kepala daerah semata, melainkan harus melibatkan peran aktif masyarakat.
“Surabaya tidak butuh wali kota karena wali kota sesungguhnya adalah masyarakat Surabaya. Surabaya butuh cinta dan kekuatan dari masyarakat Surabaya. Kita teruskan api perjuangan dari Bung Karno,” tegasnya.
Baca Juga: Walikota Eri Cahyadi Rotasi Pejabat di Lingkungan Pemkot Surabaya
Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan agar pembangunan tidak dilakukan dengan sikap arogan, serta mengajak semua pihak untuk kembali pada nilai-nilai Pancasila, khususnya kemanusiaan dan keadilan sosial.
Eri berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga persatuan dan memperkuat nilai kemanusiaan dalam kehidupan sosial demi mewujudkan Surabaya yang adil dan berkeadilan sosial.
“Surabaya bukan dibangun dengan kesombongan. Kita ingat perjuangan Soekarno, kita mengatakan Pancasila, ketuhanan, kemanusiaan, tapi kita lihat di kampung-kampung ada yang berseteru antara yang kaya dan miskin,” tandasnya.
Reporter : Rovallgio

