Surabaya, Nawacita.co – Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik keras wacana pengangkatan kepala daerah melalui forum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Menurutnya, rencana tersebut justru membatalkan upaya membangun peradaban politik yang menjunjung nilai kemanusiaan dan solidaritas.
“Upaya kita untuk masuk dalam peradaban politik, yang memungkinkan kita menjalani human solidarity, spirit of humanity, dibatalkan oleh rencana mengangkat kepala daerah melalui forum DPRD,” jelasnya di Surabaya, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Pertemuan Presiden Prabowo dengan Ribuan Guru Besar di Istana Tak Ada Isinya
Rocky menilai mekanisme pemilihan melalui DPRD tidak memberi ruang bagi adu gagasan dan kualitas kepemimpinan calon kepala daerah. Ia bahkan menyindir potensi praktik transaksional dalam proses tersebut.
“Apakah forum DPRD bisa dipakai untuk debat semacam ini? Calon pemimpin nanti tinggal bawa amplop kasih kepada ketua DPRD ya selesai problem,” katanya.
Menurut Rocky, demokrasi seharusnya menjadi ruang kompetisi ide dan kemampuan berpikir, terutama bagi generasi muda yang akan menghadapi kontestasi politik pada 2029 mendatang.
“Padahal kita ingin uji kemampuan berpikir calon-calon kita, karena anak muda hari ini ingin kompetisi habis-habisan dengan kemampuan argumen di 2029,” bebernya.
Baca Juga: Kuliah Umum di Unmas, Gubernur Koster dan Rocky Gerung Bahas Jaga Nalar di Era Digital
Rocky juga menanggapi alasan mahalnya biaya pemilu yang kerap dijadikan dasar wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
Ia menilai penghematan biaya tidak boleh mengorbankan prinsip kedaulatan rakyat.
“Demokrasi memang mahal, tapi jangan dibuat murah dengan menjual murah kedaulatan rakyat. Kalau pemerintah bilang pemilu mahal maka dibuat murah saja dengan dibuat di DPRD, tetapi karena itu kedaulatan rakyat ikut murah karena dinilai dari tebalnya amplop,” tegasnya.
Rocky mengingatkan pentingnya memperkuat solidaritas publik untuk mencegah lahirnya arogansi kekuasaan jika mekanisme demokrasi dilemahkan.
“Kita hati-hati bahwa solidaritas mesti diperkuat untuk menghalangi arogansi kekuasaan,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh kritik dan peringatan yang disampaikan publik akan menjadi sia-sia jika rencana penetapan kepala daerah tersebut tetap dijalankan.
“Semua argumen kita akan sia-sia kalau tidak dibatalkan (usulan Pilkada lewat DPRD),” pungkas Rocky.
Reporter : Rovallgio

