Surabaya, nawacita – Warganet ramai mengomentari unggahan akun Instagram @viral_forjustice terkait temuan dugaan kebocoran data website Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya. Temuan tersebut berasal dari tim bidang siber gerakan #Forjustice yang menyebut adanya database masyarakat yang seharusnya bersifat privat, namun dapat diakses secara bebas.
Dalam unggahan tersebut, ditampilkan tangkapan layar yang menunjukkan konten data kependudukan yang diduga tidak terlindungi dengan sistem keamanan memadai. Hal ini memicu kekhawatiran publik terkait perlindungan data pribadi warga.
Sejumlah warganet menyampaikan kritik tajam melalui kolom komentar. Akun @aliazhard._ menuliskan, “Sekelas Dukcapil Pemkot gawe WordPress, entek dana piro yo gawe pengembangan website e?,” yang menyindir pengelolaan situs web instansi pemerintah tersebut.
Sementara itu, akun @baried mempertanyakan keamanan layanan kependudukan digital dengan menulis, “l”KTP digital apa kabar klo kaya gini?,” menyinggung risiko kebocoran data di tengah dorongan digitalisasi layanan publik.
Komentar bernada lebih keras disampaikan akun @tiny.giant.cloth yang menilai lemahnya akuntabilitas aparatur negara dalam kasus semacam ini.
“Alasan knp negara rusak krn bbrp perangkat/aparat pemerintahan g bs d tuntut klo bikin kesalahan. Ini klo d luar bs d tuntut milyaran dan d wajibkan buat nge-trace data itu kemana aja,” tulisnya.
Sindiran juga datang dari akun yang menulis kekecewaan terhadap dugaan terbukanya akses data publik secara luas.
“Negoro open course. yassalammm,” tulis @denny_sofyanda.
Warganet pun mendesak adanya klarifikasi dan audit keamanan sistem guna memastikan data pribadi masyarakat tetap terlindungi.
Hingga berita ini ditulis, Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto, enggan berkomentar terkait kebenaran temuan tersebut serta langkah pengamanan yang akan dilakukan.


