Tuesday, February 10, 2026

Mengenal Lebih Dekat Candi Pari Peradaban Majapahit di Sidoarjo

Sidoarjo, Nawacita.co  — Candi merupakan situs peninggalan sejarah yang menjadi saksi bisu perkembangan peradaban masa lalu. Di Indonesia, candi tersebar di berbagai wilayah dan menjadi bukti kemajuan budaya serta keagamaan nenek moyang. Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi salah satu daerah yang memiliki sejumlah candi bersejarah, salah satunya adalah Candi Pari.
Candi Pari merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang berlatar belakang agama Hindu. Candi ini dibangun pada tahun 1371 Masehi, pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang berkuasa antara tahun 1350 hingga 1389. Keberadaan candi ini menunjukkan pengaruh kuat agama Hindu dalam kehidupan masyarakat Majapahit pada masa itu.
Secara geografis, Candi Pari terletak di Jalan Purbakala, Desa Candipari Kulon, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Bangunan candi berbentuk persegi dan terbuat dari batu bata, menghadap ke arah barat.
Candi ini memiliki panjang sekitar 13,55 meter, lebar 13,40 meter, dan tinggi mencapai 13,80 meter. Sementara itu, bagian ambang batas serta gerbang candi dibuat dari batu alam andesit.
Penelitian mendalam terhadap Candi Pari pernah dilakukan oleh arkeolog Belanda N. J. Krom, yang kemudian menuliskannya dalam buku Inleiding tot de Hindoe-Javaansch Kunst pada tahun 1923.
Selain itu, pada tahun 1915, ditemukan sejumlah arca di sekitar kawasan candi, di antaranya dua Arca Siwa Mahadewa, dua Arca Agastaya, tujuh Arca Ganesha, dan tiga Arca Buddha. Seluruh arca tersebut kini disimpan di Museum Nasional.
Penemuan berbagai arca bercorak Hindu tersebut menjadi dasar kuat bagi para ahli untuk menyimpulkan bahwa Candi Pari merupakan candi yang digunakan sebagai tempat pemujaan agama Hindu.
Saat ini, Candi Pari tidak hanya berfungsi sebagai situs cagar budaya, tetapi juga menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah memasukkan Candi Pari ke dalam program lima destinasi City Tour gratis yang dapat dinikmati oleh masyarakat.
Keberadaan Candi Pari diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan budaya, sekaligus menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda. (Deni)
Riko Abdiono
Riko Abdionohttp://rikolennon24.blogspot.com
Penulis adalah Jurnalis sejak 2004 di Harian Surabaya Pagi
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru