Baca Cepat :
1. Pemprov Jawa Timur siap mengusulkan hingga 38 Sekolah Garuda mulai tahun ajaran 2026 sebagai bagian dari program sekolah unggulan pemerintah pusat.
2. Sekolah Garuda ditujukan mencetak lulusan berprestasi tingkat nasional dan internasional dengan standar seleksi dan evaluasi yang lebih ketat.
SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan Program Sekolah Garuda atau sekolah unggulan yang digagas pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun ajaran baru 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung, menjelaskan bahwa Sekolah Garuda dirancang sebagai sekolah unggulan berstandar tinggi untuk mencetak lulusan berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional. Sekolah tersebut akan berada di 38 Kabupaten/Kota se Jawa Timur.
Menurutnya, Sekolah Garuda akan ditetapkan sebagai proyek percontohan di sejumlah daerah. Sekolah yang diusulkan dapat berasal dari SMA yang sudah ada maupun sekolah baru, bergantung pada hasil penilaian dan verifikasi dari kementerian.
“Pemprov Jawa Timur akan mengusulkan sekolah-sekolah potensial di kabupaten dan kota, termasuk di Surabaya dan daerah lainnya. Selanjutnya, kementerian akan melakukan survei dan penilaian sebelum menetapkan sekolah yang disetujui,” ujar Aries.
Aries menyebutkan, lulusan Sekolah Unggulan ini diharapkan mampu bersaing untuk masuk perguruan tinggi negeri favorit, bahkan menembus universitas internasional ternama.
Ia menambahkan, sesuai arahan Presiden, setiap kabupaten/kota berpeluang memiliki satu Sekolah Garuda. Dengan total 38 kabupaten dan kota, Jawa Timur berpotensi mengusulkan hingga 38 Sekolah Unggulan.
“Jika mengikuti arahan Presiden, kemungkinan satu kabupaten atau kota akan memiliki satu Sekolah Garuda. Artinya, Jawa Timur berpotensi mengusulkan hingga 38 sekolah. Kami siap, tinggal menunggu penunjukan dari kementerian,” tegasnya.
Ke depan, Sekolah Garuda akan menerapkan standar pendidikan yang lebih tinggi, mulai dari seleksi akademik, psikotes, hingga pembinaan karakter. Evaluasi terhadap peserta didik dilakukan secara berkala, bahkan setiap bulan, untuk memastikan kualitas dan konsistensi capaian belajar siswa yang memiliki kemampuan intelektual di atas rata-rata.

