Baca Cepat :
1. Harga sembako di Jawa Timur terpantau relatif stabil, meski telur ayam kampung, cabai merah keriting, dan LPG 3 kilogram mengalami kenaikan tipis.
2. Data Siskaperbapo menunjukkan pasokan bahan pokok masih aman dengan fluktuasi harga ringan pada sejumlah komoditas.
SURABAYA, nawacita – Harga rata-rata kebutuhan pokok di Jawa Timur terpantau relatif stabil dibandingkan sehari sebelumnya. Meski demikian, sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan harga tipis, antara lain telur ayam kampung, cabai merah keriting, dan gas LPG 3 kilogram.
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur yang dirilis pukul 10.13 WIB, sebagian besar harga sembako masih berada dalam rentang normal dan terkendali.
Harga beras premium tercatat Rp14.820 per kilogram, sementara beras medium Rp12.926 per kilogram. Untuk komoditas cabai, cabai merah keriting berada di angka Rp26.756 per kilogram, cabai merah besar Rp24.277 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp33.217 per kilogram.
Baca Juga : Tinjau Banjir di Desa Raman Jaya OKUT, Gubernur Sumsel Serahkan Paket Sembako
Harga gula pasir tercatat Rp16.446 per kilogram. Minyak goreng Minyakita dijual Rp16.996 per liter, sedangkan minyak goreng curah Rp18.678 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, daging ayam ras dibanderol Rp34.717 per kilogram, daging ayam kampung Rp68.122 per ekor, dan daging sapi paha belakang Rp119.601 per kilogram. Telur ayam ras tercatat Rp27.845 per kilogram, sementara telur ayam kampung Rp46.593 per kilogram.
Harga susu kental manis merek Bendera berada di angka Rp12.510 per kemasan 370 gram, dan merek Indomilk Rp12.483 per kemasan ukuran sama. Tepung terigu protein sedang tercatat Rp11.331 per kilogram.
Sementara itu, harga bawang merah berada di angka Rp34.554 per kilogram dan bawang putih Rp32.838 per kilogram. Garam beryodium halus dijual Rp9.275 per kilogram. Adapun harga gas LPG 3 kilogram tercatat Rp19.785 per tabung.
Secara umum, stabilitas harga ini menunjukkan pasokan bahan pokok di Jawa Timur masih terjaga, meski fluktuasi ringan pada beberapa komoditas tetap perlu diantisipasi.

