Tuesday, February 10, 2026

Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.931 Triliun, Rosan Bangga Target Terlampaui

Baca Cepat :
>Realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3 persen dari target, dengan penyerapan tenaga kerja lebih dari 2,7 juta orang.
>Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyebut capaian ini mencerminkan kuatnya kepercayaan investor dan efektivitas kebijakan hilirisasi.
>Investasi hilirisasi menyumbang Rp584,1 triliun atau 30,2 persen dari total investasi nasional, didominasi sektor mineral dan industri logam dasar.

JAKARTA, nawacita – Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan M Roeslani menyatakan realisasi investasi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3 persen dari target Rp1.905,6 triliun .

Capaian tersebut tumbuh 10,4 persen secara tahunan (year on year/YoY) dan berhasil menyerap 2.710.532 tenaga kerja Indonesia. Investasi didominasi penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp1.030,3 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp900,9 triliun .

- Advertisement -

“Realisasi investasi tahun 2025 menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha dan kebijakan hilirisasi yang terus diperkuat pemerintah,” ujar Rosan Roeslani dalam rilis kinerja investasi, Kamis (15/1/2026) .

Untuk Triwulan IV 2025, realisasi investasi tercatat sebesar Rp496,9 triliun, tumbuh 29,8 persen YoY, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 754.186 orang. Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur menjadi tiga besar lokasi investasi pada periode tersebut .

Dari sisi subsektor, investasi terbesar sepanjang 2025 berasal dari industri logam dasar, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, serta pertambangan. Sementara itu, lima negara asal PMA terbesar adalah Hong Kong (RRT), Singapura, Malaysia, Tiongkok, dan Jepang .

Rosan juga menyoroti capaian investasi hilirisasi yang mencapai Rp584,1 triliun sepanjang 2025 atau 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional, dengan pertumbuhan 43,3 persen YoY. Investasi hilirisasi terbesar tercatat di Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Jawa Barat, terutama pada komoditas nikel, tembaga, dan besi baja .

Pemerintah, kata Rosan, akan terus mendorong pemerataan investasi di luar Jawa serta memperkuat hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja di daerah.

Riko Abdiono
Riko Abdionohttp://rikolennon24.blogspot.com
Penulis adalah Jurnalis sejak 2004 di Harian Surabaya Pagi
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru