121 Ribu Ormas di Jatim, Bakesbangpol Akui Pengawasan Masih Lemah
SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menaruh perhatian serius terhadap fenomena keormasan yang berkembang di wilayahnya setiap daerah di Jatim.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, Eddy Supriyanto, mengungkapkan lemahnya pengawasan terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah maraknya indikasi ormas yang mengarah pada praktik premanisme.
“Beberapa hari lalu telah digelar koordinasi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Kemenko Polhukam, unsur kepolisian, hingga Satgas Ormas Jawa Timur.” ungkapnya saat ditemui pada Kamis, (15/1/2026).
Baca Juga: Wujudkan Surabaya Aman, Walikota Eri Bentuk Satgas Anti Preman dan Reformasi Agraria
Pertemuan tersebut membahas dinamika dan persoalan keormasan, khususnya yang terjadi di Surabaya dan daerah lain di Jawa Timur.
Ia mengungkapkan, saat ini jumlah ormas di Jawa Timur diperkirakan mencapai sekitar 121 ribu. Namun, yang melaporkan keberadaannya ke Bakesbangpol Provinsi baru sekitar 1.300 ormas. Di tingkat kabupaten/kota, jumlah yang tercatat baru sekitar 13 ribu ormas.
“Untuk kasus-kasus yang mengarah pada pelanggaran hukum, penanganannya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Sementara terkait legalitas dan pendaftaran ormas, itu menjadi kewenangan kementerian,” tandasnya Eddy. (Alus)

