Saturday, March 28, 2026

Dorong UMKM Naik Kelas, Wapres Temui Pegiat Kopi dan Ekonomi Kreatif Wamena

Dorong UMKM Naik Kelas, Wapres Temui Pegiat Kopi dan Ekonomi Kreatif Wamena

Wamena, Nawacita | Wapres Gibran Rakabuming bertemu dengan para pegiat kopi dan pelaku ekonomi kreatif, di Café Dik’s, Wamena, Selasa malam (13/01/2026).

Pertemuan dalam suasana santai dan akran ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi pelaku UMKM yang selama ini berperan aktif mendorong ekonomi kerakyatan di wilayah Papua Pegunungan.

Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal, peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah, serta pemberdayaan UMKM sebagai pilar utama pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres berdiskusi dengan Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Papua Pegunungan (PPKPP) yang dipimpin oleh Lemeus Franky Gombo. Asosiasi yang dibentuk pada 2022 ini bertujuan merangkul anak muda Jayawijaya dan saat ini menaungi petani serta pegiat kopi dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.

Baca Juga: Bertolak ke Kalimantan Selatan, Wapres Tinjau Wilayah Terdampak Banjir di Balangan dan Banjar

Produk kopi dari para petani yang tergabung dalam asosiasi tersebut telah menorehkan prestasi internasional, termasuk meraih penghargaan dalam kompetisi kopi di Australia, serta diekspor secara rutin ke berbagai negara seperti Belanda, Italia, Australia, dan Kanada dengan volume sekitar dua ton per negara setiap dua bulan.

Usai pertemuan, Ketua Asosiasi PPKPP Franky Gombo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Presiden.

“Kami dari asosiasi petani dan penggiat kopi Provinsi Papua Pegunungan merupakan representasi dari seluruh petani kopi di delapan kabupaten. Kunjungan Bapak Wakil Presiden ini membawa harapan besar, sukacita, dan semangat bagi masyarakat Papua, khususnya dalam penguatan UMKM,” ujarnya.

Menurut Franky, UMKM yang kuat akan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa asosiasi telah mengikuti berbagai ajang internasional dalam beberapa tahun terakhir dan memperoleh pengakuan sebagai kopi grade 1 terbaik dunia.

Baca Juga: Kawasan Peribadatan IKN Jadi Simbol Toleransi Beragama, Wapres Tinjau Basilika dan Plaza Kerukunan

“Permintaan bisa mencapai 50 hingga 200 ton per minggu. Ini menjadi tantangan karena kami tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu kami menyampaikan kepada Bapak Wakil Presiden pentingnya kerja sama dari hulu ke hilir agar visi Presiden dan Wakil Presiden dapat diterjemahkan hingga ke daerah,” katanya.

Franky menambahkan, dukungan yang dibutuhkan tidak hanya berupa bantuan alat produksi, tetapi juga penguatan manajerial, pelatihan, serta pendampingan berkelanjutan.

“Kami berharap ada pusat pelatihan dan pendampingan yang terus dimonitor, sehingga pengembangan UMKM dan kopi unggulan Papua Pegunungan benar-benar berkelanjutan,” harapnya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir juga pengusaha dan pegiat kopi Papua Pegunungan, Denny Jigibalom, pionir pengembangan Kopi Tiom dari Kabupaten Lanny Jaya. Denny dikenal konsisten mengembangkan kopi Arabika dataran tinggi Papua Pegunungan sejak 1995 dan menjadi inspirasi bagi generasi muda melalui penguatan ekonomi kerakyatan berbasis perkebunan kopi. stwprs

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Bank Jatim
idulfitri

Terbaru