Insiden Crane Ambruk Timpa Kereta Sampai Terbelah Jadi Dua, Berikut Fakta serta Kronologinya
JAKARTA, Nawacita – Crane Ambruk Timpa Kereta, Pagi yang tenang di Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand, mendadak berubah menjadi horor mematikan pada Rabu (14/1/2026). Sebuah crane raksasa di lokasi proyek kereta cepat ambruk dan menimpa rangkaian kereta penumpang yang sedang melintas. Sedikitnya 22 orang dilaporkan tewas di lokasi kejadian, sementara puluhan lainnya luka-luka.
Insiden ini terjadi tepat di jantung situs konstruksi proyek ambisius pendanaan China senilai US$5,4 miliar. Proyek ini merupakan bagian dari misi besar Belt and Road Initiative (BRI) yang diproyeksikan menghubungkan Bangkok hingga Kunming, China, melalui Laos pada 2028 mendatang.
Pagi Mencekam di Rel Tua
Sekitar pukul 09.00 waktu setempat, kereta yang tengah menempuh perjalanan dari Bangkok menuju Ubon Ratchathani itu tiba-tiba dihantam material logam raksasa dari ketinggian. Seorang warga setempat, Mitr Intrpanya, mengisahkan suara dentuman yang memekakkan telinga.
“Saya mendengar suara keras, seperti sesuatu yang meluncur jatuh dari atas, kemudian disusul dua ledakan besar,” ujar Mitr seperti dikutip dari AFP.
Baca Juga: Insiden Ledakan di Masjid Saat Salat Jumat, Korban 8 Orang Tewas
Hantaman logam crane tersebut menyasar tepat di bagian tengah gerbong kedua hingga terbelah. Akibatnya, gerbong terlempar dari rel dan menimbulkan kerusakan hebat yang memicu puluhan korban jiwa dan luka berat.

Upaya Penyelamatan Terhambat
Hingga berita ini diturunkan, upaya evakuasi korban menghadapi kendala serius. Kepala Polisi Nakhon Ratchasima, Tatchapon Chinnawong, mengonfirmasi bahwa operasi penyelamatan terpaksa dihentikan sementara.
“Ada laporan kebocoran bahan kimia di lokasi kejadian. Kami harus memastikan keamanan petugas sebelum melanjutkan evakuasi,” tegas Tatchapon.
Daftar Hitam Kecelakaan Transportasi
Tragedi ini kian memperpanjang daftar hitam kecelakaan industri dan konstruksi di Negeri Gajah Putih. Thailand sebenarnya memiliki jaringan rel sepanjang 5.000 kilometer, namun sebagian besar infrastrukturnya sudah usang dan ketinggalan zaman.
Pemerintah Thailand memang tengah gencar membangun jalur kereta cepat sepanjang 600 kilometer untuk modernisasi transportasi. Namun, insiden ini kembali menimbulkan tanda tanya besar terkait standar keselamatan kerja pada proyek-proyek raksasa yang melibatkan investasi asing.
Sebelumnya, kecelakaan kereta juga kerap terjadi. Pada 2023, delapan orang tewas saat kereta barang menghantam pikap. Jauh sebelumnya di tahun 2020, sebuah bus rombongan religi dihantam kereta hingga menewaskan 18 orang. Tragedi Nakhon Ratchasima kini menjadi catatan kelam bagi proyek ambisius di wilayah Asia Tenggara.
inhnws.



