Usai Ada Kabar 2 Santri di Duga DBD, Dinkes Kota Kediri Gelar Fogging di Ponpes Al Ishlah
KEDIRI, Nawacita – Pasca ada dua santri yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit karena diduga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri melakukan pengasapan atau fogging di Pondok Pesantren Al Ishlah Bandar Kidul Kota Kediri.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kediri, Hendik Supriyanto menjelaskan, petugas melakukan fogging secara menyeluruh di seluruh lingkungan ponpes, khususnya pada titik-titik yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
“Pengasapan dilakukan setelah mendapatkan laporan adanya dua santri yang terkena DBD. Tujuan utama adalah untuk menekan angka populasi nyamuk agar tidak terjadi penularan lebih lanjut,” ujarnya.
Baca Juga: Jawa Barat Catat Kasus DBD Tertinggi di Indonesia, KDM Minta Dinkes Lakukan Antisipasi
Petugas menjelaskan bahwa musim hujan saat ini menjadi faktor utama peningkatan populasi nyamuk secara cepat. Kondisi tersebut disebabkan oleh banyaknya genangan air yang menjadi sarang ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak.
Selain melakukan pengasapan, tim dari Dinkes Kota Kediri juga memberikan imbauan kepada seluruh warga ponpes agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terbentuknya genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Sementara itu, data yang dicatat oleh petugas menunjukkan bahwa sejak bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 telah tercatat sebanyak 5 kasus DBD yang ada di Kota Kediri.
Penulis : Fendi Rahma

