SRRM Surabaya Raya Segera Direalisasikan, Kereta Listrik Mulai Dibangun 2027
Surabaya, Nawacita.co – Proyek Surabaya Regional Rail Model (SRRM) kian mendekati tahap realisasi. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono memastikan, penandatanganan kontrak Detail Engineering Design (DED) untuk koridor awal proyek tersebut ditargetkan berlangsung pada akhir Januari 2025.
Nyono menjelaskan, proyek SRRM merupakan program pemerintah pusat dan menjadi proyek percontohan pengembangan transportasi publik berbasis energi hijau di enam kota besar, termasuk Surabaya Raya. Untuk Jawa Timur, progres dinilai lebih cepat dan agresif agar pembangunan fisik dapat segera dimulai.
“Insya Allah pada 2027–2028 sudah mulai terlihat pembangunan fisik kereta listrik perkotaan yang ramah lingkungan dan tidak lagi menggunakan bahan bakar solar,” ungkap Nyono, Jum’at (9/1/2025).
Tahap awal difokuskan pada Koridor 1A dengan rute Gubeng–Wonokromo–Sidoarjo. Sementara Koridor 1B Gubeng–Pasar Turi menyusul setelah persoalan lahan dan relokasi warga diselesaikan. Proyek ini menggunakan sistem double track at grade dengan pelebaran jalur ke samping, memanfaatkan lahan milik PT KAI.
Untuk tahap pertama, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp5,4 triliun yang bersumber dari pinjaman luar negeri berbung rendah melalui KfW Jerman dan dijamin Kementerian Keuangan RI. APBD Jawa Timur belum digunakan, kecuali untuk penanganan perlintasan sebidang dan penyesuaian jalur.
SRRM dirancang melayani mobilitas harian masyarakat dengan potensi hampir 300 ribu perjalanan per hari, terutama dari wilayah Sidoarjo. Ke depan, pengembangan akan mencakup tiga koridor utama yang menghubungkan Surabaya dengan Gresik, Lamongan, Babat, hingga Mojokerto.
“Transportasi publik berbasis rel ini menjadi solusi strategis untuk mobilitas kawasan aglomerasi Surabaya Raya sekaligus mendukung transisi energi hijau,” pungkas Nyono.
Reporter: Alus

