Tuesday, February 10, 2026

DLH Surabaya Uji Coba Mesin Pirolisis, Sampah Diubah Jadi Bahan Bakar Alternatif

DLH Surabaya Uji Coba Mesin Pirolisis, Sampah Diubah Jadi Bahan Bakar Alternatif

SURABAYA, Nawacita – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mulai mengoperasikan mesin pirolisis pada tahun ini sebagai upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Mesin pirolisis merupakan teknologi pengolahan limbah yang memanaskan bahan organik seperti plastik, karet, dan biomassa pada suhu tinggi tanpa oksigen, sehingga dapat mengubah sampah menjadi produk bernilai tambah berupa bahan bakar minyak, gas, serta arang (biochar).

Kepala DLH Kota Surabaya, Dedi Irianto, mengatakan bahwa mesin pirolisis tersebut telah melalui tahap uji coba dan ditargetkan mulai beroperasi penuh tahun ini.

“Pelaksanaannya tahun ini. Kemarin sudah dicoba dan sekarang mulai diuji coba. Barangnya sudah ada, seharusnya tahun ini sudah operasional,” ujar Dedi, Jumat (9/1/2026).

- Advertisement -

Dedi menjelaskan, secara teknis mesin pirolisis sudah selesai dan siap digunakan. Namun, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang menjadi satu lokasi dengan mesin tersebut masih akan dilaksanakan hingga Desember 2026.

“TPST-nya masih dalam rencana pembangunan tahun ini, tapi mesin pirolisisnya sudah ada. Fungsinya untuk mengubah sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel), yaitu bahan bakar alternatif yang dibuat dari sampah. Tahun ini tetap akan dioperasikan,” terangnya.

Baca Juga: Pengolahan Sampah di Bandung Masuk Daftar Anggaran Prioritas 2026

Mesin pirolisis tersebut merupakan bagian dari sistem pendukung TPST dengan kapasitas pengolahan mencapai 150 ton sampah per hari. Nantinya, sampah yang masuk akan melalui proses pemilahan terlebih dahulu.

“Semua jenis sampah bisa dikelola, tapi harus dipilah dulu. Kita sudah punya TPS 3R, dan TPS 3R itu akan kita kembangkan dengan mesin ini,” jelas Dedi.

Ia menambahkan, sampah yang masih memiliki nilai ekonomi akan dipisahkan untuk dijual kembali. Sementara sampah residu yang tidak bernilai jual akan diolah melalui mesin pirolisis untuk dijadikan RDF.

“Dipilah dulu yang masih laku dijual. Yang tidak laku, residunya baru dimasukkan ke mesin untuk dijadikan RDF,” imbuhnya.

Saat ditanya mengenai rencana pemasangan mesin pirolisis di seluruh TPS 3R di Surabaya, Dedi menegaskan bahwa saat ini DLH masih fokus pada satu unit mesin sebagai proyek percontohan.

“Ini masih satu mesin dulu. Kita lihat efektivitasnya. Kalau nanti terbukti efektif dan bagus, baru bisa kita terapkan di tempat lain,” pungkasnya. (Deni)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru