Tuesday, February 10, 2026

Pemkot Surabaya Imbau Warga Waspadai Potensi Super Flu di Tengah Tingginya Mobilitas

Pemkot Surabaya Imbau Warga Waspadai Potensi Super Flu di Tengah Tingginya Mobilitas

Surabaya, Nawacita | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan seiring meningkatnya mobilitas warga, termasuk potensi penyebaran virus yang kerap disebut sebagai super flu.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kasus super flu di Kota Pahlawan. Meski demikian, langkah pencegahan tetap dilakukan, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan liburan, baik di dalam kota maupun yang baru kembali dari luar negeri.

“Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Namun kami tetap memberikan imbauan kepada warga yang merayakan libur Nataru, baik di tempat hiburan lokal maupun yang baru kembali dari luar negeri,” ujar Eri, Rabu (7/1/2026).

- Advertisement -

Ia menjelaskan, bagi pelaku perjalanan dari luar negeri, prosedur skrining kesehatan telah diterapkan secara ketat, termasuk pengecekan suhu tubuh saat kedatangan sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit menular.

Sementara itu, untuk mobilitas dalam negeri, Eri menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, atau tanda-tanda flu lainnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Sasar 1.412 Pelajar Lintas Agama

“Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri. Jika merasa kondisi tubuh kurang sehat, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya telah menyiagakan seluruh puskesmas serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit. Seluruh fasilitas kesehatan juga diminta segera melaporkan apabila menemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

“Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi tertentu, harus segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti,” tambah Eri.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, memastikan bahwa hingga kini belum ditemukan pasien yang terpapar virus super flu di Surabaya. Namun, Dinkes terus melakukan berbagai langkah antisipatif secara aktif dan berkelanjutan.

“Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans kesehatan dan pemantauan kasus ISPA dan influenza di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, peningkatan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit, serta penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI),” jelas Nanik.

Selain itu, Dinkes Surabaya juga memperkuat edukasi dan promosi kesehatan kepada kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Koordinasi lintas sektor dilakukan bersama rumah sakit rujukan, kecamatan, kelurahan, kader kesehatan, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Fokus Kawasan Simo hingga Margorejo, Sebagai Strategi Penanganan Banjir 2026

Nanik menambahkan, sistem deteksi dini dan pelaporan cepat telah berjalan dengan pencatatan dan analisis harian terhadap kasus penyakit pernapasan. Jika ditemukan pasien dengan gejala flu berat atau tidak biasa, fasilitas kesehatan wajib melakukan skrining lanjutan dan melaporkannya melalui sistem resmi dalam waktu kurang dari 24 jam.

Terkait istilah super flu, Dinkes Surabaya menegaskan bahwa istilah tersebut bukan istilah medis resmi, melainkan sebutan umum untuk influenza atau ISPA dengan gejala yang lebih berat atau penyebaran yang cepat.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam mendadak, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta tubuh terasa lemas. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya, dan selalu mengakses informasi kesehatan dari kanal resmi pemerintah.

“Jika mengalami gejala flu yang berat atau tidak membaik, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta jaga daya tahan tubuh,” pungkas Nanik.

Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian Kesehatan RI melaporkan hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia. Kemenkes memastikan kondisi tersebut masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan subclade influenza lainnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru