Wednesday, April 1, 2026

Usai Mediasi, Armuji dan Madas Sepakat Akhiri Polemik dan Cabut Laporan

Usai Mediasi, Armuji dan Madas Sepakat Akhiri Polemik dan Cabut Laporan

NawacitaPermohonan maaf secara terbuka disampaikan Wakil Walikota Surabaya, Armuji, kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) Madura Asli Sedarah (Madas) usai penyebutan nama organisasi yang viral di sosial media dan mengakibatkan permasalahan di masyarakat.

“Sekali lagi Bung Taufik. Mohon maaf atas kekhilafan saya,” ucap Wakil Walikota Surabaya, Armuji.

Hal tersebut disampaikan oleh Armuji saat menghadiri mediasi terbuka yang diselenggarakan di Universitas Dr Soetomo (Unitomo), Selasa (6/1/2026). Pada kesempatan mediasi hadir pula Ketua Umum DPP Madas, Mohammad Taufik.

Wakil Walikota Surabaya itupun menjelaskan bahwa pihaknya bukanlah yang memviralkan kejadian tersebut. Ia hanya datang usai mendapatkan laporan dari masyarakat setelah video tersebut viral.

Baca Juga: Diduga Sebar Hoaks, Akun @cakj1 Milik Armuji Dilaporkan Ormas Madas ke Polda Jatim

“Yang memviralkan bukan saya, tapi televisi JTV. Akhirnya karena telepon terus berdering, laporan masuk ke tempat saya, akhirnya saya datang ke sana,”  ujar Armuji.

Armuji mengaku sempat khilaf dengan menyebutkan nama Madas pada video yang beredar melalui akun pribadinya tersebut. Ia mengaku spontan menyebutkan Madas dan tidak berniat menyudutkan ormas tertentu.

“Saya khilaf menyebut nama ormas. Mohon maaf, tidak ada niat sedikit pun untuk menstigmatisasi Madas,” ungkapnya.

“Saya khilaf, menyebut itu sekali. Bahkan saya kira logonya Madas, ternyata setelah diklarifikasi itu bukan, ternyata tulisan gong xi fa cai,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Madas, Mohammad Taufik, menegaskan bahwa Madas tidak terlibat dalam aksi premanisme yang beredar. Selain itu Madas bukanlah organisasi yang berkaitan dengan stigma premanisme.

“Pertama, kami atas nama Madas meminta maaf jika persoalan ini menjadi gaduh dan tidak kondusif. Tapi kami tegaskan, Madas bukan ormas preman,” tegas Taufik.

Taufik juga mengakui bahwa salah satu individu yang disebut-sebut dalam kasus tersebut memang hadir dalam acara pelantikan pengurus Madas, namun hal itu tidak serta-merta membuktikan keterlibatan ormas dalam tindakan premanisme yang terjadi.

Baca Juga: Armuji Resmi Terpilih Jadi Katua DPC PDIP Surabaya, Berikut Gebrakan yang Akan Dilakukan

“Sampai hari ini saya tidak menyangka yang bersangkutan adalah anggota. Kalau memang terbukti melakukan pelanggaran hukum, kami mendukung aparat untuk memproses,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Taufik atas nama pribadi dan organisasi turut memohonan maaf kepada masyarakat Madura atas stigma negatif yang berkembang.

“Semoga ini jadi pembelajaran bersama dan tidak ada lagi kesalahpahaman,” jelasnya.

Usai mediasi tersebut, Taufik menyampaikan pihaknya akan mencabut laporan yang telah masuk ke pihak aparat, serta akan bersinergi dengan Wakil Walikota Surabaya tersebut.

“Itu (gugatan) kita akan cabut, itu komitmen kami dan setelah ini terus kami ingin beriringan, bergandengan tangan, kami juga berangkulan karena kami juga sama-sama punya program di lembaga badan hukum bagi wong cilik. Misalnya, untuk orang-orang yang tidak mampu, itu dari semua hal, kami mengharap ini sudah clear semuanya,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio 

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Bank Jatim
idulfitri

Terbaru