Saturday, February 14, 2026

Kuasa Hukum Erwin Desak Kejari Segera Periksa Walikota Bandung Muhammad Farhan

Kuasa Hukum Erwin Desak Kejari Segera Periksa Walikota Bandung Muhammad Farhan

BANDUNG, Nawacita – Tim Kuasa Hukum Erwin mendesak Kejaksaan Negeri Kota Bandung agar segera memanggil Walikota Bandung Muhammad Farhan untuk diperiksa terkait kasus tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang yang saat ini menjerat Wakil Walikota Bandung Erwin dan Anggota DPRD Kota Bandung Rendiana Awangga.

Salah satu Kuasa Hukum Erwin, Rochman Hidayat mengatakan, desakan tersebut dilontarkan lantaran penetapan Erwin sebagai tersangka dirasa terburu-buru serta cacat prosedural. Apalagi, tuduhan yang dilayangkan terkait penyalahgunaan wewenang, jual beli jabatan serta proyek. Dimana wewenang tersebut seharusnya berada dalam kendali penuh Walikota Bandung.

“Justru sampai sekarang dari keterangan Pak Erwin itu sudah tepat sekali. Kalau sudah waktunya Kejaksaan Negeri Bandung memanggil itu Wali Kota hari ini, Pak Farhan itu harus dipanggil hari ini. Keterangan saksi termasuk Pak Wakil, sudah menjelaskan peran walikota dalam rotasi, mutasi, termasuk pekerjaan-pekerjaan yang menjadi program pemerintah Kota Bandung,” kata Rochman saat dikonfirmasi di PN Kota Bandung, Selasa (6/1/2026).

- Advertisement -

Ia juga membocorkan isi percakapan grup bernama “Pendopo” di aplikasi obrolan online yang beranggotakan Walikota Bandung Muhammad Farhan, Wakil Walikota Bandung Erwin dan Rendiana Awangga. Dalam percakapan grup tersebut, terlihat jelas peran yang diberikan kepada Erwin dari Farhan.

Baca Juga: Sidang Pra Peradilan Kasus Korupsi Wawali Bandung Erwin Ditunda

“Bocoran sedikit, pada saat itu, di dalam handphone yang disita oleh pihak Kejaksaan, itu ada handphone Pak Wakil Wali Kota, Pak Erwin. Di situ ada grup chat yang isinya ada Wali Kota, Pak Erwin, dan Pak Awang. Di situ jelas sekali peran Walikota sebagai apa, nama grupnya Pendopo,” tutur dia.

Adanya bukti tersebut seharusnya bisa menjadi dasar serta indikasi kuat agar Walikota Bandung sebagai pengampu kebijakan tertinggi segera diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Kota Bandung.

“Di situ sudah jelas peran Pak Wali Kota.

Jadi hari ini, saya meyakini harus segera diperiksa itu Walikota. Sementara di dalam chat-chat yang ada di dalam itu sudah jelas bahwa betapa terbatasnya kewenangan Pak Erwin sebagai wakil wali kota dan kewenangan penuh itu dimiliki oleh walikota Bandung,” beber Rochman.

Ia menegaskan bahwa Erwin sama sekali tidak terlibat dalam kasus korupsi maupun penyalahgunaan wewenang yang disangkakan hari ini hingga ditetapkan sebagai tersangka.

“Karena klien kami, Pak Erwin, itu tidak jual beli jabatan itu tidak ada. Mengenai pemerasan proyek tidak ada,” tegas dia.

(Niko)

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru