Diduga Dosen Terkait dengan Ormas, Akun Instagram Unitomo Diserbu Warganet
Surabaya, Nawacita | Akun Instagram Universitas Dr Soetomo (Unitomo) @official.unitomo diserbu ratusan komentar warganet. Hingga akhirnya akun Instagram Unitomo membatasi komentar pada postingan di akun Instagramnya. Netizen menyampaikan kritikan terkait dugaan salah satu dosen di universitas tersebut yang berkaitan dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) Madura Asli Sedarah (Madas).
Seperti halnya akun @chaviar_ yang menyampaikan sindiran terhadap keterlibatan dosen Unitomo pada kasus pelaporan Wakil Walikota Surabaya, Armuji, ke Polda Jatim.
“Nang fak hukum unitomo onok mata kuliah framing dan propaganda ta lelk onok tak mlebu unitomo aku masio 5 sks gpp sopo ngerti lulus isok dadi tim penasehat hukum e ormas wkwkw” tulisnya.
Begitu pula akun @erick.kurniawan1927 yang mempertanyakan kebenaran keterlibatan dosen Unitomo pada kasus tersebut.
“Sekelas kampus Unitomo mempunyai dosen seorang ormas, apakah itu benar ?? Jika itu benar bolehkah kami bersilaturahmi dan bertemu dengan beliau,” ujarnya.
Baca Juga: Diduga Sebar Hoaks, Akun @cakj1 Milik Armuji Dilaporkan Ormas Madas ke Polda Jatim
Untuk diketahui, Organisasi masyarakat (Ormas) Madura Asli Sedarah (Madas) melaporkan Wakil Walikota Surabaya, Armuji, selaku pemilik akun @cakj1 di media sosial Instagram, TikTok dan YouTube ke Polda Jawa Timur berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Senin (5/1/2026).
“Ada dua hal yang kami laporkan. Yang pertama berkaitan dengan Undang-Undang ITE. Siapa terlapornya, tentu pemilik akun Cak J1. Instagram, TikTok dan YouTube,” imbuhnya.
Saat melakukan pelaporan, Madas menyertakan empat barang bukti dalam bentuk elektronik ke Polda Jatim.
Laporan bernomor : LP/B/10/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tertanggal Senin 5 Januari 2026 berisi tuntutan Pasal 28 ayat 3 Undang-undang ITE.
Taufik menjelaskan pihaknya melaporkan unggahan akun @cakj1 pada tanggal 24 Desember 2025, beserta beberapa akun medsos lainnya terkait dugaan hoax yang merugikan ormas Madas.
Baca Juga: Walikota Surabaya Tanggapi Isu di Mie Gacoan : Semua yang Tinggal di Surabaya adalah Warga Surabaya
Madas juga mengadukan Armuji ke DPRD Surabaya terkait sidak yang dilakukannya ke rumah nenek Elina. Menurut Taufik, sidak yang dilakukan justru mengakibatkan kegaduhan dan kerusuhan di tengah masyarakat.
Pada aduannya di DPRD, Madas turut meminta legislatif Surabaya untuk mengambil sikap tegas dengan pergantian Wakil Walikota Surabaya.
“Sehingga dalam permintaan kami, mengambil sikap dan keputusan, termasuk telah terjadi pelanggaran etika dan asas pemerintahan yang baik, dan mengusulkan pergantian Wakil Walikota Surabaya sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Pihak Unitomo hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus berkaitan antara ormas dan dosen, yang turut membawa komentar netizen di akun sosial media resmi kampus.
Reporter : Rovallgio

