Nawacita.co – Isu kenaikan harga mobil listrik mulai ramai dibicarakan seiring masuknya tahun baru 2026.
Di tengah belum adanya pengumuman resmi dari pabrikan, informasi dari lapangan menggambarkan adanya potensi penyesuaian harga BYD dalam waktu dekat.
Kenaikan ini disebut tidak terlalu besar, misalnya untuk model BYD Atto 1 tipe terendah.
“Kalaupun naik harga kemarin kalau enggak salah sekitar Rp10 jutaan yang Dynamic ya. Sekitar 10 jutaan,” kata tenaga penjual BYD di Jakarta kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).
Baca Juga: Mobil Avanza Bekas Laku Keras, Kalahkan Alphard hingga Fortuner
BYD Atto 1 tipe terendah saat ini yakni Dynamic dengan harga Rp199 juta, jika ada kenaikan maka harganya bakal berkisar Rp209 juta.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan tersebut berkaitan dengan komponen biaya kendaraan.
Saat ini, konsumen masih menikmati keringanan yang belum tentu bertahan lama.
Perubahan pada pos administrasi kendaraan disebut bisa berdampak langsung ke harga on the road.
“Kan kita ada kenaikan itu di BBN ya, biaya balik nama STNK lah pokoknya. Nah, STNK itu kalau sekarang kan masih free. Jadi BBNKB-nya itu masih nol. Nah, kalau misalkan kemarin sih saya hitung ya, kalau estimasi Atto 1 itu sekitar pokoknya 10 jutaan lah,” jelasnya.
Baca Juga: AUREN EVO, Mobil Listrik Mahasiswa Unair Siap Melaju di Ajang Nasional KMHE 2025
Harga BYD M6 Bakal Ikut Naik
Tak hanya Atto 1, potensi penyesuaian harga juga disebut menyasar model lain di lini BYD.
Besaran kenaikannya pun bervariasi, tergantung segmen dan spesifikasi kendaraan. Model dengan banderol lebih tinggi disebut berpotensi mengalami kenaikan lebih besar.
“Nah, M6 mungkin kalau nanti ada kenaikan sekitar 15 jutaan, kalau Seal Premium kenaikannya di Rp 20-25 jutaan,” katanya.
Meski demikian, waktu pasti kenaikan harga hingga kini masih belum jelas.
Informasi yang beredar di internal dealer juga belum disertai kepastian dari pusat. Konsumen pun masih berada dalam fase menunggu.
Baca Juga: Oscar dan Auren Siap Melaju: Inovasi Mobil Hemat Energi Karya Mahasiswa Unair
“Kapan naiknya enggak tahu sih, infonya ada dibilang Januari mau naik harga, cuma sampai saat ini belum ada info lebih lanjut sih,” ujarnya.
Jika mengacu pada pola sebelumnya, kenaikan harga mobil impor biasanya tidak terjadi di awal bulan.
Ada rentang waktu tertentu yang kerap menjadi momen penyesuaian. Hal ini juga bergantung pada status kendaraan yang masih berstatus CBU.
“Biasanya kalau apa namanya menurut informasi mobil-mobil kayak gini CBU apa segala macam itu kalau paling cepat itu biasanya di tanggal 15 Januari paling cepat, tapi paling lambat di pertengahan sampai akhir Februari,” pungkasnya.***

