Pertama di Surabaya, SLB B Karya Mulia Jadi Tonggak Pendidikan Inklusif Jatim
SURABAYA, Nawacita – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan pendidikan inklusif yang merata, menyusul peresmian SLB B Negeri Karya Mulia Surabaya oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Senin (5/1/2026).
Aries menyebut, selama ini masyarakat Surabaya belum memiliki Sekolah Luar Biasa (SLB) berstatus negeri. Kehadiran SLB B Negeri Karya Mulia menjadi tonggak penting sekaligus jawaban atas kebutuhan layanan pendidikan khusus yang setara dan berkelanjutan di ibu kota provinsi.
“Alhamdulillah, ini pertama kalinya Surabaya memiliki SLB negeri. Penegerian ini dituntaskan pada 2025 atas arahan dan komitmen langsung Ibu Gubernur,” ujarnya.
Baca Juga: Sri Untari Tekankan Pentingnya SLB Negeri dan Akses Kerja bagi Penyandang Disabilitas
Pemprov Jatim juga mendapat dukungan anggaran revitalisasi dan rehabilitasi SLB sebesar Rp130 miliar dari APBD dan APBN. Anggaran tersebut dialokasikan untuk sekolah-sekolah berkebutuhan khusus di sejumlah daerah, termasuk Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto.

“Dengan sarana dan prasarana yang semakin baik, kami berharap kualitas pendidikan inklusi di Jawa Timur terus meningkat dari tahun ke tahun,” katanya.
Atas nama masyarakat Jawa Timur, Aries menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah atas perhatian dan keberpihakannya terhadap pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kebijakan ini bukan hanya membangun sekolah, tetapi juga menumbuhkan harapan, martabat, dan masa depan anak-anak istimewa di Jawa Timur,” pungkasnya. (Al)

