Tuesday, February 10, 2026

Atasi Genangan Banjir, Pemkot Surabaya Kerahkan Puluhan Armada Damkar dan DLH

Atasi Genangan Banjir, Pemkot Surabaya Kerahkan Puluhan Armada Damkar dan DLH

Surabaya, Nawacita | Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menangani genangan air di sejumlah kawasan setelah hujan deras mengguyur Kota Pahlawan sejak Minggu sore (4/1/2026). Puluhan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dikerahkan untuk melakukan penyedotan genangan, dibantu armada dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta peralatan darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya.

Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan percepatan penanganan banjir dilakukan dengan mengerahkan kekuatan maksimal armada dan personel. Dari total 97 unit kendaraan milik DPKP Surabaya, mulai roda dua hingga roda 16 dengan berbagai spesifikasi, sebanyak 30 unit memiliki kemampuan khusus untuk penyedotan air.

“Sejak pukul 16.00 WIB, petugas kami bergerak melakukan pantauan dan penyedotan genangan di sejumlah wilayah. Pergerakan armada bersifat dinamis, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan laporan masyarakat,” ujar Laksita Rini.

- Advertisement -

Hingga Minggu malam, DPKP mencatat penyedotan genangan telah dilakukan di sedikitnya 18 lokasi. Beberapa di antaranya Jalan Raya Dukuh Kupang Baru, Rungkut Mejoyo Selatan, Simo Kalangan, Ketintang Telkom, Dukuh Kupang Timur, Tengger Kandangan, Jalan Gadung, kawasan Pandugo Baru depan RS EC, Ngagel Rejo, Simo Hilir dekat bozem, Tanjungsari dan Simorejosari, Teluk Betung, Tenggilis Mejoyo depan SMAN 14, Simo Gunung, Wisma Sejahtera Jambangan, hingga area RS Ewa Pangalila. Sejumlah titik tersebut dilaporkan telah berangsur surut setelah dilakukan penyedotan intensif.

Pantauan lanjutan juga dilakukan di sejumlah ruas jalan dan fasilitas umum lainnya, seperti Jalan Margorejo dengan genangan sekitar 10 sentimeter, RSIA Kendangsari dengan ketinggian air 20–30 sentimeter, RS Ubaya, Jalan Purimas, kawasan Putat Jaya, Kupang Baru, Gayungsari Barat, hingga Simo Hilir yang sempat tergenang hingga sekitar 60 sentimeter.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Bentuk Satgas Anti Preman Usai Kasus Pengusiran Nenek Elina

“Penanganan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unit dari berbagai pos, seperti Pos Kalirungkut, Gunung Anyar, Jambangan, Grudo, Pakis TVRI, Margomulyo, serta dukungan armada DLH dan peralatan BPBD,” terangnya.

Di tengah fokus penanganan banjir, petugas DPKP juga harus menangani lima hingga enam kejadian kebakaran yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah lokasi. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, namun seluruh kejadian dapat tertangani berkat koordinasi cepat antarpos.

“Meski beban tugas meningkat karena banjir dan kebakaran terjadi bersamaan, seluruh laporan tetap bisa tertangani. Pos-pos terdekat langsung bergerak sehingga tidak ada kejadian yang terabaikan,” tegas Laksita Rini.

Untuk mendukung operasional, DPKP Surabaya mengerahkan sekitar 150 hingga 180 personel. Seluruh pergerakan armada dari 23 pos pemadam kebakaran dikendalikan secara terpusat melalui Command Center (CC) 112.

“Mobil pemadam yang telah menuntaskan genangan di satu wilayah akan segera bergerak ke lokasi lain yang masih membutuhkan penanganan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, menyampaikan pihaknya turut menerjunkan puluhan armada berupa 23 unit tangki penyedot air yang ditempatkan di berbagai wilayah untuk mempercepat penanganan genangan.

“Kami menurunkan puluhan armada, total 23 tangki yang ditempatkan di berbagai wilayah agar titik genangan dapat dijangkau dengan cepat,” kata Dedik.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Siapkan Penambahan Nakes 2026, Fokus Tambah Dokter di Puskesmas

Selain penyedotan banjir, DLH Surabaya juga menangani dampak cuaca ekstrem berupa pohon tumbang dan sempalan. Dedik menegaskan, jajarannya secara rutin melakukan perantingan dan penanganan pohon sebagai langkah antisipatif demi menjaga keselamatan masyarakat.

Berdasarkan data DLH, sepanjang Minggu sore hingga malam, petugas menangani sedikitnya delapan kejadian pohon tumbang dan sempalan. Di antaranya di depan Rusun Penjaringan Sari 4 akibat tumbangnya pohon tabebuya kuning berdiameter sekitar 30 sentimeter, Jalan Diponegoro akibat sempalan pohon spathodea, Jalan Tanjung Sadari samping Masjid Al Ikhlas akibat kerusakan pohon kupu-kupu, serta Jalan Demak Utara depan Indomaret akibat tumbangnya pohon mahoni.

Kejadian serupa juga ditangani di Jalan Raya Kutisari Indah dan Medokan Asri akibat tumbangnya pohon sono berdiameter sekitar 35 sentimeter, Jalan Pengenal akibat sempalan pohon asem londo, serta Jalan Darmokali akibat tumbangnya pohon flamboyan berdiameter sekitar 50 sentimeter.

Pemkot Surabaya memastikan pemantauan dan penanganan akan terus dilakukan hingga seluruh genangan surut dan kondisi kota kembali kondusif. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melapor melalui layanan darurat apabila menemukan genangan atau kondisi darurat lainnya.

Reporter: Rovallgio 

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru